SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Yusrizl Mengaku Suntik Bidan 30 Kali

  • Reporter:
  • Senin, 29 Oktober 2018 | 10:05
  • Dibaca : 263 kali
Yusrizl Mengaku Suntik Bidan 30 Kali
Tersangka dr Yusrizal Saputra usai menjalani pemeriksaan di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang, Sabtu (27/10) malam. /M BUNGA ASHAB

PINANG – Tersangka dr Yusrizal Saputra diperiksa penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang lebih 5 jam terkait pengaiayaan terhadap bidan berisial DD, Sabtu (27/10) malam. Selama pemeriksaan ia didampingi penasehat hukumnya Urip Santoso.

Setelah diperiksa di ruang unit pidana umum Satreskrim Polres Tanjungpinang, Yusrizal enggan memberikan keterangan seputar kasus yang menjeratnya kepada media. Dalam kesempatan itu, Urip menyampaikan bahwa klienya dimintai keterangan terkait proses penyuntikan dan setelah penyuntikan yang dialami korban.

“Pertanyaannya (penyidik) hanya terkait proses sebelum dan sesudah korban disuntik klien saya,” kata Urip ditemui di Mapolres Tanjungpinang.

Urip mengatakan, sepengetahuannya, kejadian tersebut atas dasar sama-sama suka antara kliennya dengan pelapor. Artinya, saat itu pelapor dan klienya sama-sama mau melakukan penyuntikan Vitamin C, di mana kliennya menyuntik korban (pelapor). Urip membantah perbuatan kliennya telah menyuntik korban sebanyak 56 kali seperti pemberintaan yang beredar akhir-akhir ini.

“Seingat dr Putra (Yusrizal Saputra) menyuntik pelapor sebanyak 30 kali untuk mencari pembuluh vena. Itu dilakukan karena pembuluh vena korban sulit ditemukan,” kata Urip.

Dalam kasus ini, kata dia, upaya hukum yang akan dilakukan terhadap kasus yang dihadapi klienya dengan mengikuti proses hukum yang berjalan. Dia menjelaskan, dalam hukum pidana tidak serta merta dengan kejadian saja, tentu harus melihat aspek-aspek terlebih dulu, baik area kejadian, begitu juga dengan niat atau kehendak jahat atas perbuatan yang dilakukan.

“Kita ikuti saja dulu proses hukumnya seperti apa. Dalam perkara pidana itu tidak serta merta dilihat dari kejadian saja,” ujar dia.

Saat disinggung terkait apakah ada hubungan khusus antara korban dengan kliennya, Urip dengan tegas menyampaikan hubungan mereka hanya sebatas pekerjaan saja di Klinik Al-Rasha. Dia menyampaikan, kliennya baru mengenal korban selama 10 hari terakhir di tempat kerja. “Tidak ada hubungan khusus antara dokter dengan korban,” kata dia.

Selanjutnya, terkait apakah Yusrizal mengkonsumi narkoba, Urip kembali menegaskan kliennya terbebas dari narkotika. Sebab, Yusrizal telah melaksanakan tes urine dan hasilnya negatif. “Tidak benar menggunakan narkoba, dokter sudah melaksanakan tes urine untuk membuktikan agar fitnah yang beredar terbantahkan. Dan, hasilnya negatif (tes urine),” kata dia.

Selain itu, ketika ditanya apakah kliennya sudah dibebastugaskan dari tempat kerjanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib. Urip mengaku sampai dengan saat ini kliennya belum menerima surat resmi dari instansi terkait dan pihak RSUD.

“Belum dapat informasi, klien saya sejauh ini masih kerja seperti biasanya. Yang jelas klien saya dalam kondisi baik-baik saja,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tanjungpinang Ipda Dhia Cynthia Siregar membenarkan penyidik meminta keterangan terhadap pelapor dan tersangka. Dia menyampaikan keduanya dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkaranya.

“Korban dan tersangka hari ini kita mintai keterangan. Yang jelas kita masih mendalami kasus,” kata Dhia singkat.

m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com