SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Zuckerberg Sampaikan Permintaan Maaf lewat Surat Kabar

  • Reporter:
  • Rabu, 28 Maret 2018 | 16:07
  • Dibaca : 173 kali
Zuckerberg Sampaikan Permintaan Maaf lewat Surat Kabar

NEW YORK –Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg memasang iklan di berbagai surat kabar di Inggris untuk meminta maaf kepada warga Inggris.

Permintaan maaf itu disampaikan setelah data 50 juta pengguna Facebook di bobol Cambridge Analytica untuk kepentingan politik. Permintaan maaf disam pai kan dalam iklan satu halaman penuh. Iklan dide sain berwarna hitam de ngan latar belakang putih, dengan ha nya logo kecil Facebook. Iklan itu mun cul di sejumlah surat kabar yang terbit kemarin, termasuk The Ob ser ver, turut melaporkan kasus tersebut. Langkah Zuckerberg bisa disebut strategi un tuk meredam bola liar yang bergulir pas caskan dal itu terungkap.

Selain meng ha dapi tekanan publik, termasuk munculnya kecuri gaan dari pemerintahan di Eropa dan Amerika Serikat(AS), sosial media terbesar di dunia ter sebut harus kehilangan nilai pasar hingga USD50 miliar sejak tuduhan itu muncul. “Kami me – mi liki tanggung jawab melin – dungi informasi Anda. Jika tidak bisa, kami ti dak layak men – da pat kannya,” pa par isi iklan yang ditan da tangani pendiri Facebook Zuckerberg. Kasus yang pembobolan data yang menyeret Facebook ber gu lir setelah muncul tu duhan dari seorang whistleblower bahwa lembaga konsultan Inggris, Cam bridge Analytica, meng ak ses informasi peng guna Face book untuk mem bangun profil pemilih AS yang kemu dian di gu nakan untuk mem bantu kampanye Donald Trump pada pemilu 2016. Adapun di Inggris, data ilegal itu juga digunakan untuk meng giring voter Inggris dalam refe rendum British Exit (Brexit).

Zuckerberg menyatakan apli kasi yang dibuat seorang pe – neliti universitas telah mem bo – cor kan data jutaan pengguna Facebook pada 2014. “Ini pelang garan kepercayaan, dan saya minta maaf kami tidak melakukan lebih pada saat itu,” ujar Zuckerberg yang mengulangi kembali permintaan maaf pertama yang diucapkan pekan lalu saat wawancara televisi AS. Dia pun menjanjikan Facebook akan memberi pengguna lebih banyak informasi dan kon trol tentang siapa yang dapat mengakses data mereka. “Terima kasih untuk yakin pada komunitas ini. Saya berjanji melakukan lebih baik untuk Anda,” ujarnya.

Dari pihak Cambridge Ana – lytica, sebelumnya menyatakan data itu diperoleh sesuai dengan hukum proteksi data dan ke – mudian telah menghapusnya atas permintaan Facebook. Lem baga itu juga menegaskan tidak menggunakan data itu untuk pemilu AS pada 2016. Cambridge Analytica meng – aku sejak 2015 membeli data dari Aleksandr Kogan, aka de – misi Universitas Cambridge, yang memiliki izin memanen informasi pengguna Facebook lewat aplikasi buatannya thisismydigitallife, dengan dalih pe – nelitian akademik. Melalui kuis kepribadian tersebut, dia berhasil membobol hingga lebih dari 50 juta akun. Jumlah pengguna Facebook yang menggunakan thisismydigitallife sebenarnya hanya 270.000.

Namun, aplikasi itu mampu menembus profil te man-teman mereka. Meski Face book menskors SCL Group, Cambridge Analytica, dan Kogan, rasa penasaran dan keke cewaan pemerintah dan ilmu wan politik tidak surut sedikit pun. Media Inggris Channel 4 News melaporkan, Cambridge Analytica menggunakan cara kotor, termasuk membayar sejumlah prostitusi atau mem – prak tikkan aksi suap-menyuap un tuk melemahkan lawan politik kliennya. Hal itu diung – kapkan langsung CEO Cambridge Analytica Alexander Nix yang kini diberhentikan dari jabatannya. Sebelum skandal pema nenan akun Facebook terungkap, Cambridge Analytica sudah menjadi sorotan media Barat menyusul penyelidikan pengacara khusus Robert Mueller terhadap intervensi Rusia dalam Pilpres 2016.

Nix diduga menghubungi pemrogram dan editor Wikileaks Julian Asange untuk meretas email Hillary Clinton. Didirikan pada 2013, Cambridge Analytica berambisi meng garap proyek lebih dari 200 pemilu di seluruh dunia, ter masuk di Nigeria, Kenya, Republik Ceko, India, dan Ar – gen tina. Pendahulunya, SCL Group, adalah pulic relation (PR) yang bekerja untuk pemerintah, politisi, dan militer di Indonesia, Thailand, Kenya, Inggris. Cambridge Analytica memegang peranan dominan dalam kemenangan Presiden Kenya Uhura Kenyatta selama Pilpres 2013 dan 2017.

Managing Director Mark Turnbull mengungkapkan mengubah ci tra partai politik Kenyatta se – cara keseluruhan dua kali. Se – lain itu, Cambridge Analytica merancang naskah pidato dan aktivitas lainnya. “Kenya merupakan proyek riset politik terbesar yang pernah kami garap di Afrika Timur yang memberi ke sempatan ke – pa da kami untuk mem buat kampanye berdasar kan ke bu tuh an nyata pemilih (peker ja an) dan ketakutan (pas cakeru suh an antarsuku pada 2008),” ungkap Cambridge Ana lytica di situs resmi cambridge analytica.org.

SCL juga menggambarkan dirinya sebagai ahli peperangan psikologis dan operasi peng – aruh. Perusahaan besutan Nigel Oakes itu memanfaatkan dan menggiring rakyat lewat ilmu psikologi. “Selain itu, SCL melakukan cara standar seperti meringkas laporan berita untuk kliennya dan menyiarkan iklan di tele – visi,” ujar reporter senior politik vox.com, Andrew Prokop. Dalam menjalankan operasi nya, SCL membangun sebuah pusat observasi penuh layar te – levisi dan komputer mirip kompleks penjahat di film James Bond, 1995.

Pascatragedi 9/11, SCL mulai mengalami kenaikan reputasi karena banyak dipuji pe merintah AS dalam menyebarkan kampanye anti-jihad. Pemerintah AS disebut sangat membutuhkan orang atau organisasi yang bisa diandalkan untuk bidang anti-jihad. Saat itu operasi psikologi menjadi satu-satunya cara yang dianggap amat ampuh.

Syarifudin/muh shamil

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com