SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Zulfikar Sembunyikan Sabu di Sepatu

  • Reporter:
  • Kamis, 15 November 2018 | 16:13
  • Dibaca : 177 kali
Zulfikar Sembunyikan Sabu di Sepatu
ilustrasi

NONGSA – Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Hang Nadim mengamankan Zulfikar (27), calon penumpang maskapai penerbangan Lion Air JT 972 tujuan Surabaya karena kedapatan menyelundupkan narkoba jenis sabu, Senin (12/11) sekira pukul 14.22.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 509 gram. Untuk mengelabui petugas sabu yang dipecah dalam empat bungkusan disembunyikan dalam sepatu. Di dalam sepatu kiri didapati 2 bungkus sabu, dan dua bungkus lagi di dalam sepatu sebelah kanan.

“Penangkapan berawal dari kecurigaan petugas karena gerak gerik tersangka mencurigakan saat melewati X-ray,” kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Sumarna, Rabu (14/11).

Karena curiga, petugas melakukan pemeriksaan awal kepada tersangka, dengan mengeledah badan dan sepatu tersangka yang ukurannya tidak normal seperti penumpang biasanya.

“Petugas menemukan adanya bungkusan mencurigakan di sepatu tersangka, petugas lalu mengarahkan ke hanggar BC Hang Nadim untuk pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas mendapatkan bahwa barang yang dibawa tersangka tersebut adalah narkoba jenis sabu seberat 509 gram. “Cara menyimpannya dalam bentuk kemasan kecil, agar bisa diselipkan ke dalam sepatu,” ungkap Sumarna.

Lanjut Sumarna, bungkusan sabu juga berbentuk bungkusan bahan pembuat kue, karena menurut keterangan awal tersangka itu adalah bahan pembuat kue yang disimpannya di dalam sepatu.

“Petugas tidak bisa begitu saja percaya, karena modus dan cara pelaku untuk menyelundupkan sabu sudah banyak, dan kami tidak ingin tertipu,” katanya.

Ia mengatakan, maraknya penyelundupan narkoba dari Bandara Hang Nadim Batam membuat pihak petugas keamanan bandara kewalahan, karena dalam seminggu ada sekitar enam kali kasus penyelundupan narkoba yang ditangani.

“Pelaku bukan pemilik juga, mereka kurir. Mendapat upah besar membuat para kurir ini tidak takut ditangkap,” kata Sumarna.

Ia berharap, semua pihak keamanan dan pemerintah harus tegas dalam peredaran narkoba di Batam, karena kasus yang dihadapi petugas Bea Cukai yang ada di bandara 80 persen adalah kasus penyelundupan narkoba.

“Batam ini berbahaya. Kalau tidak tegas dalam pengawasan, maka Batam akan menjadi tempat peredaran narkoba,” katanya. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com