SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

23 Perusahaan Tertarik Kelola Waduk Tembesi

  • Reporter:
  • Rabu, 29 Agustus 2018 | 14:35
  • Dibaca : 395 kali
23 Perusahaan Tertarik Kelola Waduk Tembesi
DCIM100MEDIADJI_0259.JPG

SAGULUNG – Deputi Bidang Pengusahaan Saranan Lainnya BP Batam, Eko Budi Soepriyanto mengatakan, ada sebanyak 23 perusahaan dalam dan luar negeri menyatakan ketertarikannya untuk mengelola Waduk Tembesi. BP Batam saat ini telah membentuk panitia lelang yang akan melakukan verifikasi terhadap perusahaan tersebut.

Menurut dia, tim panitia lelang terdiri dari beberapa kedeputian yang ada di BP Batam. “Jadi tidak hanya kedeputian empat saja yang menjadi tim panitia lelang. Saat ini kami sedang memverifiaksi perusahaan-perusahan ini,” ujarnya di Kantor BP Batam, Selasa (28/8/2018).

Eko menambahkan, perusahaan luar negeri yang tertarik mengelola Dam Tembesi rata-rata mengandeng perusahan dalam negeri. Karena saat ini banyak perusahaan yang awalnya tidak bergerak di bidang pengelolaan air, akhirnya tertarik untuk mencoba ikut lelang. Dan syarat utama memang harus memiliki pengalaman di bidang pengelolaan air

“Air ini sekarang menjadi primadona, beberapa perusahaan yang tidak bergerak di bidang air sekarang mulai bermain air. Sehingga mereka memang wajib menggandeng lokal yang sudah punya pengalaman,” katanya.

Perusahaan asal luar negeri yang tertarik untuk mengelola air di Dam Tembesi di antaranya ada dari Jepang yaitu Yokohama Water, kemudian perusahaan dari Manila, Philipina. Eko mengatakan, perusahaan yang memenangkan lelang hanya melakukan pengelolaan dari air baku ke air bersih. Sedangkan distribusinya masih menggunakan sistem dari PT ATB sampai konsesinya berakhir di 2020.

Agar mendapatkan perusahaan yang terbaik, BP Batam mengandeng konsultan untuk melihat cara kerja dan rekam jejak dari 23 perusahaan tersebut. Setelah proses lelang selesai, sambungnya, BP Batam akan melanjutkan persiapan untuk pengakhiran masa konsesi dengan PT ATB yang tinggal dua tahun lagi tersebut.

“Saya sudah sampaikan kepada tim agar bisa mendapatkan perusahaan yang terbaik dalam pengelolaan air,” kata Eko.

Sebelumnya, BP Batam masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Pasalnya setiap aset yang akan dilelang pengelolaannya harus didaftarkan dan dinilai oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sehingga proses lelang sampai saat ini belum bisa dilaksanakan.

Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan mengatakan, pada dasarnya pihaknya sudah siap untuk melakukan pelelangan aset waduk. Hanya saja BP Batam sebagai pengguna barang milik negara tidak bisa melakukan itu tanpa ada persetujuan dan penghitungan nilai aset sebelumnya dari Kemenkeu.

“Kalau dari kami sebenarnya sudah siap. Tapi itu tadi, aset itu harus dihitung dulu nilainya oleh Kemenkeu. Setelah itu baru bisa jalan,” kata Binsar. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com