SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

6.925 Botol Miras Dimusnahkan

  • Reporter:
  • Senin, 6 Mei 2019 | 10:41
  • Dibaca : 141 kali
6.925 Botol Miras Dimusnahkan
Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri mengemudikan alat berat memusnahkan ribuan botol miras di halaman Mapolresta Barelang, Minggu (5/5). f romi kurniawan

BATAM KOTA – Polresta Barelang memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) hasil razia polisi jelang Ramadan di Mapolresta Barelang, Minggu (5/5). Barang bukti disita dari sejumlah toko dan warung yang menjual miras tanpa izin.

Pemusnahan barang bukti miras ini dipimpin langsung Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri. Ribuan botol miras ini dimusnahkan dengan dilindas dengan alat berat.

Ia menjelaskan, minuman keras ini disita polisi dalam waktu sekitar empat hari. Jajaran Polda Kepri melalui jajaran Polresta Barelang merazia warung-warung yang menyediakan miras tanpa izin.

“Dalam beberapa hari pada Maret ini, jajaran kepolisian telah mengamankan 6.925 botol minuman beralkohol,” ujarnya.

Yan Fitri menjelaskan, minuman keras berbagai merek termasuk tuak dilindas saat pemusnahan. Pemusnahan juga disaksikan petinggi Polda Kepri, Kapolresta Barelang, perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam dan Ketua MUI Kota Batam.

“Ini merupakan hasil operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD),” katanya.

Lanjut Yan, dalam operasi ini, kepolisian tak hanya menindak penjual miras. Polisi juga menangkap para pengedar narkotika. Terhitung sejak Januari hingga Maret, Satres Narkoba juga telah menyelesaikan 11 Laporan Perkara (LP) dengan 14 orang pengedar sabu diamankan.

“Dengan barang bukti 5.795,79 gram sabu. Jumlah yang cukup banyak,” ujarnya.

Mantan Kapolresta Surabaya ini menambahkan, operasi ini dilaksanakan jajaran kepolisian dalam menyambut Ramadan. Polri berharap masyarakat dapat menjalankan puasa dengan baik tanpa gangguan.

“Dalam menciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif menghadapi Ramadan dan Lebaran Idul Fitri,” katanya.

Ia mengatakan, pihak pengadilan memberikan hukuman yang berat terhadap para pelaku pengedar narkoba, khususnya di Batam dibanding wilayah lain. Pasalnya, Batam berada di zona strategis.

“Batam menjadi transit dan tujuan peredaran narkoba. Hal ini terbukti banyaknya tangkapan yang berhasil dilakukan polisi,” kata Yan.

Ia berharap pelaku penyebaran narkoba yang tertangkap di Batam harus diberikan hukuman yang lebih berat dibanding wilayah lain, dan harus diberi efek jera karena Batam menjadi pintu utama penyebaran narkoba.

“Pintu masuknya inilah yang harus kita tutup,” katanya.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Batam, Evan mengatakan, pihak kejaksaan telah mengupayakan memberikan hukuman berat pada pelaku pengedar narkoba di Batam. Namun pihaknya juga harus menghormati Kemenkumham. “Kebanyakan yang pelaku tindak pidana narkoba yang kita tidak adalah kurir atau perantara,” ujarnya. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com