SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Batam Kekurangan 2.000 Guru

  • Reporter:
  • Kamis, 13 Juni 2019 | 14:17
  • Dibaca : 219 kali
Batam Kekurangan 2.000 Guru
Wali Kota Batam Muhammad Rudi memberi motivasi kepada siswa saat berkunjung ke SMAN 1 Batam, Sekupang, Senin (25/2). f humas pemko batam

BATAMKOTA – Wali Kota Batam Muhammad Rudi memetakan tiga jabatan yang dibutuhkan Kota Batam dalam penerimaan pegawai kontrak kerja tahap dua. Kebutuhan guru paling banyak karena masih kurang 2.000 orang.

Sedangkan dua jabatan lain adalah tenaga kesehatan dan arsitektur. Pemko Batam masih menunggu edaran resmi dari pemerintah pusat terkait dengan rencana perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019. Secara keseluruhan, Kota Batam membutuhkan sekitar tiga ribu pegawai lagi.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan belum mendapatkan informasi resmi terkait pengangkatan CPNS 2019. Sehingga belum bisa memastikan apakah Batam kembali mendapatkan kuota untuk penerimaan pegawai atau tidak.

“Kalau CPNS yang murni atau pegawai yang mendapatkan pensiun, kami masih menunggu pusat. Tapi kalau CPNS yang PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) atau pegawai yang tidak mendapatkan pensiunan memang akan dibuka tahap kedua,” kata Rudi, Rabu (12/6).

Seleksi PPPK dijadwalkan dilakukan dua kali. Tahap pertama diprioritaskan bagi honorer K2 dan sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Sedangkan PPPK tahap kedua diperuntukan untuk umum. Pemko belum menentukan berapa jumlah kuota yang akan dibuka untuk PPPK tahap kedua tersebut.

Namun, untuk kebutuhan pegawai Kota Batam, lanjut Rudi, masih membutuhkan sekitar 2.000 guru atau tenaga pengajar dan tenaga kesehatan membutuhkan sekitar 1.000 orang. Kemudian, Pemko Batam juga membutuhkan sekitar 60 arsitektur baru karena tidak ada generasi baru untuk arsitek sampai 15 tahun mendatang.

“Kalau tidak ada penerimaan untuk arsitek ini bisa putus nanti. Karena itu saya sebenarnya berharap bisa buka setiap tahun untuk arsitek ini,” katanya.

Kebutuhan guru diakuinya terus meningkat, seiring jumlah penduduk di Batam yang juga tumbuh pesat. Itu sebabnya Rudi berharap 2.000 guru ini ke depan bisa juga diangkat menjadi PNS atau PPPK, agar persolan guru honorer bisa diselesaikan.

“Penduduk kita memang tumbuh pesat, karena itu memang sulit kalau memutus honorer ini. Karena kita butuh,” katanya.

Februari lalu, dari 176 honorer K2 yang mendaftar seleksi PPPK di Kota Batam, sebanyak 114 orang dinyatakan lulus dan sisanya sebanyak 59 orang tidak lulus dan 3 lainnya tidak memenuhi syarat karena tidak hadir saat tes dilaksanakan. Honorer yang dinyatakan tidak lulus dalam seleksi PPPK, menurut dia akan tetap mengajar seperti biasanya. Terutama untuk guru, sepanjang masih dibutuhkan maka yang bersangkutan tetap mengajar disekolah saat ini.

Kota Batam tahun lalu juga mendapatkan kuota sebanyak 363 orang untuk semua formasi, dari kuota tersebut yang dinyatakan lulus seleksi dari semua tahapan sebanyak 353 orang. Para abdi negera tersebut saat sudah mulai aktif bekerja di lingkungan Pemko Batam. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com