SINDOBatam

Feature+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Batam Siaga I Virus Corona, PHRI Minta Turis China Dilarang Sementara

  • Reporter:
  • Minggu, 26 Januari 2020 | 21:39
  • Dibaca : 233 kali
Batam Siaga I Virus Corona, PHRI Minta Turis China Dilarang Sementara
ilusrasi

BATAM – Kota Batam siaga menangkal virus corona jenis baru yang sudah merembet ke Singapura dan Malaysia. Suhu badan pendatang di pelabuhan dan bandara diamati dengan alat pendeteksi. Pengelola hotel mendesak pemerintah melarang turis asal China masuk ke Batam.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyatakan jajaran di bawahnya, terutama Kepala Puskesmas sudah siaga menangkal virus corona. Ia juga telah memberikan pemahaman tentang virus yang sedang marak ini kepada petugas medis di puskesmas-puskesmas.

“Setiap ada kejadian kami selalu komunikasikan lewat WA (whatsapp). Termasuk soal virus corona ini langsung saya infokan ke kepala-kepala Puskesmas. Supaya pahami gejala dan penanganan awalnya,” kata Didi di Batam Centre, Minggu (26/1).

Puskesmas diminta siaga apabila menemukan pasien dengan gejala serupa dengan penyakit yang menyerang pernapasan ini. Jika ada, puskesmas segera koordinasi dengan rumah sakit yang telah ditunjuk.

Adapun rumah sakit rujukan untuk merawat pasien yang diduga tertular virus corona adalah RSUD Embung Fatimah dan RSBP Batam. Didi mengatakan ruang isolasi dua rumah sakit ini sudah memadai untuk penanganan virus tersebut.

“Jika ada pasien yang demam dan ada riwayat dari jalan jauh, maka kami sarankan untuk dirujuk ke rumah sakit. Untuk saat ini RSUD dan RSBP saja,” ujarnya.

Didi berharap masyarakat Batam tidak terlalu panik meski wajib tetap waspada. Terutama apabila mengalami gejala demam, dan batuk disertai kesulitan bernapas, agar segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Upaya pencegahan juga penting. Yakni dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun. Bilas setidaknya 20 detik, kemudian keringkan dengan handuk.

“Dan yang paling penting itu, hindari pasar peternakan serta kontak dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran pernapasan,” katanya.

Sementara itu, pemerintah melalui beberapa lembaga terkait telah bersiap menghadapi masuknya virus corona ke Batam. Di antaranya dengan memasang thermal scanner atau alat pendeteksi suhu di sejumlah pelabuhan laut dan udara. Khususnya pintu masuk internasional.

Diai menambahkan Dinkes telah berkoordinasi dengan KKP untuk melakukan pencegahan di sejumlah pintu masuk wisatawan mancanegara. Salah satu langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah yaitu memasang alat untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang yang baru tiba di Pelabuhan Internasional dan Bandara Hang Nadim.

“Thermal scanner sudah terpasang di Hang Nadim, Pelabuhan Harbour Bay, Batam Center, dan Pelabuhan Internasional Sekupang,” kata Didi.

Penumpang yang berangkat dari Singapura menuju Batam akan melewati mesin scan suhu tubuh ini. Pada layar mesin, setiap penumpang yang melewati area kedatangan akan terdeteksi suhu tubuh mereka. Menurut petugas, suhu tubuh dengan angka 38 derajat celcius akan dibawa ke ruangan untuk diperiksa lebih lanjut.

Kemudian untuk pelabuhan Nongsa dan Marina tidak dipasang thermal scanner, karena tidak memungkinkan dipasang. Namun pihaknya mengaku sudah meminta kepada petugas KKP untuk menyiapkan thermometer digital (manual), sehingga pengawasan tetap dilakukan.

“Jadi kami memang sudah melakukan langkah-langkah pencegahan secara dini agar bisa terdeteksi secepatnya jika virus ini masuk ke Batam,” katanya.

PHRI Khawatir

Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam mulai khawatir terkait dengan pencemaran virus corona semakin luas. Diketahui, virus corona berasal dari daerah Wuhan, China yang mulai menyebar sejak Desember 2019. Pemerintah perlu segera mengambil kebijakan yang tegas sebelum masuk virus tersebut ke Batam.

Ketua PHRI Kota Batam, Muhammad Mansyur mengatakan pemerintah perlu segera mengambil kebijakan yang tegas, sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Indonesia. Pemasangan thermal scanner di pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) di bandara dan pelabuhan dinilai belum optimal untuk mencegah masuknya virus corona.

“Kami sudah pasti sangat khawatir, seharusnya dinas terkait bersama dengan pemerintah pusat segera mengambil kebijakan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” kata Mansyur, Minggu (26/1).

Saat ini jumlah kunjungan wisman asal China diakuinya memang cukup tinggi, tapi menurut dia lebih baik kehilangan jumlah kunjungan turis dari China dari pada akhirnya nanti malah menjadi beban bagi Indonesia atau juga Batam. Sebab, saat ini kondisinya dinilai memang sangat memprihatikan.

Karena itu PHRI Kota Batam juga sepakat dengan PHRI pusat bahwasanya pemerintah perlu segera melarang turis asal China untuk melakukan kunjungan ke Indonesia sementara waktu. Karena menurut dia pemerintah tak boleh hanya mengandalkan thermal scanner. Sebaiknya kata dia ada solusi pemerintah pusat dan daerah untuk berkolaborasi mencari solusi yang terbaik.

“Seharusnya pemerintah langsung mengambil kebijakan. Jangan tunggu ada keluhan atau kejadian baru bilang A,B, C dan lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengimbau semua pihak untuk tidak panik. Pemerintah kata dia saat ini telah melakukan langkah-langkah antisipasi agar virus corona tersebut tidak masuk Batam. Salah satunya adalah pemasangan thermal scanner di seluruh pintu masuk wisman.

Ardi juga menjelaskan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam bersama Kementerian Kelautan, dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan di Bandara Internasional Hang Nadim dan pelabuhan internasional di Batam. Hal itu dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona masuk ke Batam.

“Jadi thermal scanner itu untuk mendeteksi suhu tubuh, setiap wisman yang masuk akal terdeteksi,” kata Ardi.

Terkait pelarangan wisman asal China, sejauh ini menurut dia belum ada wacana pemerintah melakukan hal tersebut. Namun, pihaknya saat ini terus memantau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus tersebut.

“Kami dan stakeholder terkait terus waspada, mudah-mudah virus ini tidak masuk Batam,” kata Ardi.

Diberitakan, Virus Corona atau coronavirus menjadi masalah kesehatan global sejak awal tahun 2020. Virus ini berawal dari sebuah kota di China, Wuhan. Ada kekhawatiran penyakit ini akan memicu kebangkitan penyakit SARS yang menular. Penyakit ini mendorong pihak berwenang di banyak negara untuk mengambil tindakan pencegahan termasuk meningkatkan disinfeksi di pelabuhan dan bandara.

Polda Bentuk Tim Khusus

Otoritas Bandara Internasional Hang Nadim Batam mewaspadai penyebaran virus corona dengan mengoperasikan alat pendeteksi suhu atau detektor thermal di terminal kedatangan Internasional.

“Untuk mencrgah masuknya virus Corona ke Indonesia, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas I Batam Bandara Hang Nadim telah mengoperasikan detektor thermal,” ujar Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam Suwarso, Minggu (26/1).

Dia menjelaskan alat pendeteksi suhu tubuh tersebut digunakan untuk mendeteksi suhu para penumpang dari luar negeri yang masih masuk dan datang melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Belum ada terdeteksi penumpang pesawat yang datang dari terminal kedatangan Internasional yang terjangkit virus tersebut.

“Sampai saat ini belum ada penumpang yang terindikasi terjangkit virus tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, jika nanti ada temuan maka akan dilakukan penanganan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Dimana pengawasan ini dilakukan oleh pihak KKP kelas I Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

“KKP Hang Nadim siap melakukan pengawasan terhadap masuknya virus yang mengebohkan dunia tersebut,” ujarnya.

Pihaknya lebih melakukan kewaspadaan terhadap penumpang pesawat dari China. Dimana diketahui awal virus tersebut berasal dari negara tersebut. “Lebih diwaspadai pesawat yang terbang dari China, apalagi kita dalam satu pekan ada 3 kali penerbangan langsung Batam China,” tutupnya.

Sementara itu, Polda Kepri juga saat ini telah membentuk Tim Patroli Kesehatan. Dimana Tim ini dibentuk atas perintah langsung dari Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto.

“Pak Kapolda perintahkan untuk membentuk Tim Patroli Kesehatan dan saat ini Tim tersebut sudah melakukan tugasnya,” ujarnya.

Menurutnya, Tim Patroli Kesehatan Polda Kepri bertugas untuk berkoordinasi dengan Pelabuhan dan Bandara. Dimana pihak Polda Kepri sudah berkoordinasi dengan Pelabuhan dan Bandara untuk memasang detektor thermal dan juga menyiapkan ruang isolasi untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

“Pak Kapolda juga telah memerintahkan Kabid Dokkes untuk berkoordinasi dengan seluruh RS untuk menyiapkan ruang isolasi apabila ada yang terjangkit virus Corona ini,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada diketahui ada yang terjangkit virus Corona tersebut. Namun, pihaknya menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan selalu cuci tangan sebelum makan untuk upaya pencegahan karena belum ada ditemukan vaksinnya.

“Diimbau agar masyarakat menjaga pola hidup sehat dengan selalu cuci tangan sebelum makan dan apabila diperlukan gunakan masker,” tutupnya.

Bupati Karimun Tinjau Pelabuhan
Dalam perkembangan lain, Bupati Karimun Aunur Rafiq meninjau langsung persiapan dan kesiapan Dinas Kesehatan Pelabuhan kepada penumpang yang masuk ke Karimun di Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun, Minggu (26/1). Bupati mengatakan dengan beredarnya kabar 19 daerah yang berisiko tinggi sebagai pintu keluar masuknya virus-virus dari luar negeri termasuk salah satunya Kabupaten Karimun.

“Meninjau langsung kesiapan instansi kesehatan di pelabuhan dan peralatan sebagai alat deteksi dan pemeriksaan awal kepada seluruh wisatawan maupun masyarakat yang masuk ke daerah,” kata Aunur,

Rafiq mengatakan thermo scaner telah terpasang di pelabuhan Internasional, seluruh penumpang yang berasal dari luar negeri langsung dilakukan pemeriksaan khususnya dari negara-negara yang berisoko tinggi seperti singapura dan malasiya.

“Kami harapkan kepada masyarakat tidak terlalu panik menghadapi permasalahan tersebut, sebab pemerintah daerah bekerja sama dengan dinas kesehatan pelabuhan telah melakukan langkah awal untuk mendeteksi dalam menanggulangi masuknya virus berbahaya tersebut,” katanya

Dia mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas untuk berkunjung ke daerah-daerah yang berisiko tinggi namun jika memang harus terpaksa, Bupati menyarankan agar tetap melakukan waspada dengan selalu menggunakan masker.

“Kita ketahui Malasiya maupun Singapura sudah ada kejadian, marilah kita berdoa agar Karimun dijauhkan dari virus yang membahayakan ini,” pesannya

Bupati juga memerintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun untuk melakukan rapat koordinasi untuk melakukan dan mengambil langkah-langkah serta mempersipakan rumah sakit HM Sani dan rumah sakit rujukan untuk melakukan persiapan dan antisipasi

ahmad romadi/iwan sahputra/dicky sigit rakasiwi/ernis hutabarat

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com