SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BP Batam Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

  • Reporter:
  • Senin, 19 November 2018 | 14:10
  • Dibaca : 405 kali
BP Batam Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur
Suasana malam di Jembatan I Barelang, Minggu (23/9). BP Batam fokus membangun infrastruktur. f arrazy aditya

BATAM KOTA – Badan Pengusahaan (BP) Batam memaparkan rencana pembangunan dan potensi unggulan di Kota Batam kepada sejumlah pelaku usaha pada acara Inaugural Invesment Summit di Jakarta, Jumat (16/11). Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Batam menjadi lebih baik.

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam Dwianto Eko Winaryo mengatakan, pihaknya sudah menyusun program pengembangan infrastruktur untuk menggerakan roda perekonomian. Di antaranya seperti pengembangan Bandara Hang Nadim, peningkatan Pelabuhan Batuampar, Water Treatment Plan (WTP) dan pembangunan destinasi pariwisata baru.

“Selain itu, kami juga akan membangun LRT (Light Rail Transit). Di mana setiap transit oriented development (TOD) nantinya akan menjadi kawasan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Batam merupakan satu-satunya kawasan free trade zone (FTZ) terbesar di Indonesia dengan letaknya yang sangat strategis. Hal ini merupakan salah satu keunggulan Batam dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Batam dikembangkan oleh BP Batam untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi regional dan juga nasional.

Karena itu selaku regulator pengelola wilayah kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (PBPB) Batam, pihaknya akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi para calon investor. Sehingga akan bisa membuat para pelaku usaha lebih nyaman untuk berinvestasi di Batam. Pembangunan infrastruktur nantinya juga diharapkan dapat mendorong masuknya investasi di Batam.

“Kemudahan pelayanan juga akan terus kami tingkatkan. Karena kami sadar bahwa Batam juga harus bersaing dengan negara-negara tetangga lainnya,” ujarnya.

Terkait dengan rencana perubahan dari FTZ menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK), sambungnya, pemerintah menginginkan yang terbaik bagi investor. Karena itu BP Batam akan meyakinkan para investor bahwa apapun keputusan pemerintah mengenai status Batam ke depan tidak akan merugikan para investor, baik yang sudah ada ataupun yang baru akan masuk.

“Kami akan tetap menjaga agar para investor tidak dirugikan,” ujarnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan, pihaknya sangat menyambut positif kegiatan tersebut. Hal ini dinilai kegiatan yang baik bagi untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun.

“Melalui kegiatan ini tentunya investor akan mendapatkan informasi yang tepat mengenai program pengembangan di wilayah BBK (Batam Bintan Karimun),” kata Abdurrahman.

Dukungan pemerintah dalam menjaga keamanan stabilitas ekonomi merupakan prioritas dalam upaya meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia. Karena itu semua pihak harus meyakinkan bahwa industri shipyard, manufaktur, oil and gas, dan pariwista menjadi pilar-pilar yang terus dikembangkan dalam meningkatkan aktivitas industri yang dimiliki di wilayah Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun.

“Kami menegaskan bahwa pemerintah Indonesia ingin menciptakan kreatifvtas yang strategis bagi perkembangan industri dan inveatasi, bukan hanya mempromosikan potensi wilayah,” katanya.

Pada kegiatan tersebuut BP Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun juga menghadirkan stand pameran sebagai sarana dan salah satu upaya mempromosikan wilayah-wilayah tersebut di dalam rangkaian kegiatan Inaugural Investment Summit 2018 Jakarta. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com