SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bujet Kecamatan Dipangkas Rp12 Miliar

  • Reporter:
  • Kamis, 14 November 2019 | 09:47
  • Dibaca : 162 kali
Bujet Kecamatan Dipangkas Rp12 Miliar
Ilustrasi

BATAMKOTA – DPRD Kota Batam memangkas anggaran setiap kecamatan di Kota Batam sampai Rp1 miliar dalam APBD 2020. Rancangan anggaran dianggap pemborosan terutama pengadaan alat tulis kantor.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha mengatakan, pihaknya sudah selesai melakukan pembahasan APBD bersama camat dan mitra kerja lainnya. Selanjutnya hasil pembahasan atau rekomendasi dari komisi I akan disampaikan dan dibahas lagi oleh Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Batam.

“Kesimpulannnya ada pemangkasan anggaran sebesar Rp12 miliar di 12 kecamatan,” kata Utusan di DPRD Kota Batam, Rabu (13/11).

Ia mengatakan, pemangkasan anggaran ini tidak bersifat umum. Tetapi, secara spesisifik diuraikan bahwa ada sejumlah kegiatan yang dianggap tidak efisien. Seperti alat tulis kantor dan perlengkapan kantor, anggaran percepatan infrastruktur kelurahan dan kegiatan silaturahmi wali kota di tiap kecamatan.

“Besarannya masing-masing kecamatan kita pangkas Rp1 miliar dari tiga kegiatan ini,” ujarnya.

Ketua Fraksi Hanura DPRD Batam itu menambahkan, adapun beberapa penilaian komisi I seperti perlengkapan alat tulis kantor. Banyak terjadi pemborosan misalnya untuk membeli map, map tulang dan materai. Bahkan di salah satu kecamatan saja untuk membeli map tulang dianggarkan sebesar Rp45 juta.

“Ini kami pertanyakan, satu map tulang ini harganya Rp18 ribu. Sementara map biasa Rp2 ribu. Kenapa tak map biasa saja, fungsinya-kan sama,” tegasnya.

Selanjutnya anggaran PIK, komisi I berpendapat selain dari PIK, kegiatan pembangunan juga beralasan dari dinas terkait dan pokok-pokok pikiran
dewan. Begitu juga dengan kegiatan silaturahmi dan publikasi dari wali kota. Sementara di sisi lain sudah ada bagian publikasi di Kominfo sehingga tidak
perlu ada kegiatan yang sama di setiap kecamatan.

“Jangan sampai satu kegiatan itu dianggarkan dalam beberapa OPD. Pemangkasan ini juga sebagai antisipasi ketika terjadi defisit anggaran,” katanya.

Hasil kesimpulan pembahasan komisi I bersama mitranya ini, sambung Utusan akan disampaikan ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam untuk selanjutnya dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kota Batam.

“Nanti di banggar kami juga akan sampaikan apa yang menjadi pertimbangan dan alasan kami untuk memangkas anggaran di kecamatan,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com