SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bukti Pelanggaran Terekam Kamera Pengawas

  • Reporter:
  • Kamis, 17 Oktober 2019 | 10:45
  • Dibaca : 132 kali
Bukti Pelanggaran Terekam Kamera Pengawas
Kombes Roy Ardhya Chandra, Dirlantas Polda Kepri

NONGSA – Penerapan tilang elektronik di Batam tinggal menunggu waktu. Dengan model tilang ini, polisi tak perlu memergoki pelanggaran pengemudi di jalan. Bukti terekam kamera pengawas.

“Saat ini E-TLE belum berlaku di Kepri, namun sudah tahap pembangunan,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Kepri Kombes Roy Ardhya Chandra, Rabu (16/10).

Polda Kepri tengah membangun jaringan dan berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai penerapan electronic traffic law enforcement (E-TLE). Menurut Roy, sekarang di Batam sudah berlaku e-tilang. Namun model itu akan dikembangkan lagi dengan penyediaan command center yang menjadi bagian dari E-TLE. Kemudian, polda juga akan mengintegrasikan semua kamera pengawas atau CCTV di seluruh Kepri.

Dengan memakai bukti pelanggaran yang terekam kamera pengawas, mau tak mau bakal ditambah kamera pengawas di sejumlah titik jalan di Kepri. Kameranya dipastikan berteknologi canggih sehingga dapat merekam dengan kualitas bagus. Tak cuma merekam dengan baik arus lalu lintas dan pelanggaran, tapi juga untuk merekam kejadian kejahatan.

Polda telah mengajukan tambahan kamera pengawas itu tapi belum menyebut jumlahnya. “Penambahan masih menunggu arahan dari pusat, kalau bisa secepatnya,” ujarnya.

Seluruh kamera pengawas itu bakal terkoneksi ke command center yang tengah dibangun. Tak hanya itu saja, CCTv juga terhubung langsung ke Kakorlantas Mabes Polri.

Meski masih proses pembangunan, namun Polda Kepri mulai sosialisasi penerapan E-TLE melalui laman RTMC Ditlantas Polda Kepri di media sosial. Penjelasan di laman tersebut mengenai pengurusan E-TLE, dimulai dari pelanggaran dilakukan masyarakat terekam dari CCTV.

“Lalu polisi melakukan verifikasi terhadap pelat nomor kendaraan yang melanggar dan setelah proses verifikasi selesai, polisi mengirimkan surat konfirmasi kepada pemilik kendaraan, didalam surat terlampir bukti pelanggaran yang dilakukan,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pemilik kendaraan harus mengkonfirmasi atau klarifikaai pelanggaran dan kepemilikan kendaraan dalam tempo lima hari setelah mendapatkan surat. Fungsi dari klarifikasi berguna untuk memastikan apakah mobil tersebut dibawa oleh pemilik kendaraan atau orang lain.

“Bahkan untuk memastikan juga apakah mobil tersebut masih milik tangan pertama atau sudah dijual namun belum berganti nama,” ujarnya.

Setelah proses klarifikasi pelanggar akan diberikan waktu tujuh hari membayar melalui bank BRI. “Setelah itu pelanggar akan diperintahkan bayar dari Bank BRI,” tutupnya.

dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com