SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Chaidir Simpan Rp50 Juta di Sekolah, Polisi Buru Pembobol Mobil Kepala SMAN 1

  • Reporter:
  • Senin, 24 Desember 2018 | 14:12
  • Dibaca : 371 kali
Chaidir Simpan Rp50 Juta di Sekolah, Polisi Buru Pembobol Mobil Kepala SMAN 1
Kepala SMAN 1 Chaidir mendampingi Kapolsek Sekupang Oji Fahroji melihat mobilnya Toyota Rush Hitam BP 1515 CH yang dibobol maling di halaman Masjid At Taqwa, Sekupang, Jumat (21/12) lalu. romi kurniawan

SEKUPANG – Polsek Sekupang mengantongi rekaman CCTv saat pelaku pencurian modus pecah kaca mobil Kepala SMAN 1 Batam beraksi di Masjid At Taqwa, Sekupang, Jumat (21/12) lalu. Dari rekaman CCTv, pelaku diketahui dua orang dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat.

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji mengatakan, sejauh ini polisi terus melakukan pengembangan di lapangan, baik itu di Bank BNI maupun di tempat kejadian. “CCTv bank dan TKP kami sudah mendapatkannya. Sekarang tinggal pengejaran kepada pelaku,” ujarnya, Minggu (23/12).

Pada rekaman CCTv, pelaku diketahui sudah mengikuti korban dari bank sampai ke masjid At-Taqwa, dan melakukan aksinya pada saat korban sedang salat Jumat.

Kejadian berawal ketika Kepala Sekolah SMA 1 Batam Muhammad Chaidir mengambil dana bantuan operasional sekolah (BOS) di BNI Kampung Utama, Jumat (21/12). Usai mengambil uang, ia menuju ke SMAN 1 Batam di Sekupang. Sesampai di sekolah sekitar pukul 11.00, Chaidir menyimpan uang sebanyak Rp 50 juta. Sisanya dibawanya dan disimpan di bawah jok depan sebelah kiri mobil Toyota Rush BP 1515 CH miliknya.

“Jadi jumlah uang yang diambil dari Bank BNI Rp 314 juta. Tapi Rp50 juta sudah disimpannya di sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan, Chaidir pergi membawa uang di dalam mobilnya ke Masjid At-Taqwa Sekupang untuk melaksanakan salat jumat. Ia memarkirkan mobil di dalam pekarangan masjid paling ujung.

“Ketika rakaat pertama, warga mengatakan terdengar bunyi alarm dan pecahan kaca mobil,” ujar Oji.

Setelah usai salat, korban dan warga sekitar kaget melihat kaca mobil Toyota Rush hitam itu sudah pecah di bagian kiri depan. “Karena sebagian uang sudah disimpan di sekolah sebesar Rp50juta, maka uang yang digondol maling sebanyak Rp264 juta,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Muhammad Dali mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi terkait dengan dana BOS SMAN 1 Batam yang digondong maling di dalam mobil Kepala SMAN 1. Pihaknya baru mendapatkan informasi dari pemberitaan sejumlah media di Batam.

“Secara formal ataupun informal yang bersangkutan belum ada lapor ke Disdik. Saya dapat kabarnya malah dari berita. Tapi yang bersangkutan informasinya sudah melapor ke polisi, nominalnya Rp314.100.000 juta yang dibobol,” kata Dali.

Dali belum bisa berkomentar lebih jauh terkait masalah tersebut. Hanya saja ia tidak menampik bahwa penyaluran dana BOS untuk triwulan IV 2018 sebagian besar sudah ditransfer ke rekening sekolah. Namun belum bisa memastikan apakah uang itu dana bos atau bukan.

Jika benar uang yang digondol maling adalah dana BOS, pihaknya akan melihat prosedural yang ada. Pasalnya kejadian seperti ini sebelumnya belum pernah terjadi di Kepri. Disdik Kepri akan berkoodinasi dengan pemerintah pusat, karena berkaitan dengan anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

“Kalau benar, ya nanti kita coba pelajari dari sisi akuntabilitas laporannya, memang kepala sekolah bertanggungjawab apapun anggaran operasinal sekolah. Sekarang saya belum bisa komentar karena memang belum dapat laporan,” ujarnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com