SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dana Rp1,3 M di RSUD Batam Menguap

Dana Rp1,3 M di RSUD Batam Menguap
ilustrasi

BATAM – Pengelolaan keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam dinilai buruk. Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Kepri menemukan tidak adanya bukti laporan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran sekira Rp1.392.698.420 selama 2016.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Riky Indrakari menilai Dewan Pengawas sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas buruknya pengelolaan keuangan RSUD Batam. Sebab Dewan Pengawas memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan evaluasi dan belanja anggaran.

“Ini perlu ditelusuri oleh penegak hukum. Apakah ada pasal-pasal pidana yang dilanggar. Kami juga segera mengunjungi RSUD untuk mendengar langsung keluhan yang disampaikan,” kata anggota Komisi IV DPRD Batam Riky Indrakari di Batam Centre, Senin (14/8).

Laporan hasil pemeriksaan BPK Kepri atas laporan keuangan APBD Batam 2016 menemukan adanya pelanggaran dan penyimpangan atas laporan keuangan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Embung Fatimah RSUD Embung Fatimah. Penyebabnya antara lain, tidak adanya kartu stok barang di ICU serta di IGD yang tidak di-update sejak 2015 dan adanya selisih barang antara jumlah fisik dengan pencatatan pada sejumlah obat.

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com