SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dibayar Rp1 juta per Kg, Office Boy Nekat Bawa Sabu 5 Kg dari Batam ke Banjarmasin

  • Reporter:
  • Kamis, 2 Juli 2020 | 13:19
  • Dibaca : 294 kali
Dibayar Rp1 juta per Kg, Office Boy Nekat Bawa Sabu 5 Kg dari Batam ke Banjarmasin

BATAM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau (Kepri) mengungkap satu kasus peredaran gelap Narkoba jaringan Internasional yang terjadi di wilayah Kepri, barang bukti yang di dapat yakni Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 5.168 gram dengan jumlah tersangka 2 orang.

“Senin (29/6/20) sekira pukul 17.00 WIB, petugas BNNP Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di salah satu kamar hotel di Batam akan terjadi transaksi Narkotika golongan I jenis Sabu,” ujar Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan, Kamis (2/6/20) saat gelar konferensi pers bersama awak media di Kantor BNNP Kepri.

Selanjutnya sekira pukul 17.30 WIB, petugas BNNP Kepri berangkat menuju ke Hotel. Setelah sampai di Hotel, sekira pukul 19.00 WIB di depan lift hotel petugas BNNP Kepri melihat ciri-ciri orang yang dimaksud oleh sumber informasi dan langsung mengamankan 1 orang pria yang berinisial B (41) WNI beralamat di Kecamatan Bengkong yang berprofesi sebagai bengkel las teralis.

“Setelah melakukan penggeledahan badan di temukan kunci kamar hotel yang di pegang oleh tersangka, kemudian petugas melakukan pemeriksaan di kamar tersebut namun tidak menemukan barang bukti. Selanjutnya petugas mencari teman tersangka di kamar lain yang tidak jauh dari kamar tersangka B,” ujarnya.

Kemudian, pada saat mengecek kamar hotel petugas menemukan seorang pria yang berinisial A (24) WNI beralamat di Kecamatan Sekupang yang berprofesi sebagai office boy di salah satu family massage. Disana didapati barang bukti 1 buah tas plastik warna biru yang berisi Narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 5.168 gram yang disimpan oleh tersangka A di bawah meja televisi.

“Kemudian petugas BNNP Kepri melakukan test urine terhadap kedua tersangka dan didapati hasil pemeriksaan urine dari tersangka A (24) negatif dan tersangka B positif methamfetamine,” ujarnya.

Selain Narkotika, barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka A dan B adalah empat unit Handphone, dua buah KTP, dan dua buah kunci kamar hotel. Dari pengakuan tersangka, barang ini di dapat dari Malaysia dan barang tersebut akan dikirm ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan oleh saudara R (DPO).

“Masing-masing tersangka dijanjikan upah sebesar Rp1 juta per kilogram untuk mengambil sabu tersebut di Batam kemudian diserahkan kepada saudara R (DPO),” tutupnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com