SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Disduk Luncurkan Pembuatan KIA

  • Reporter:
  • Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:20
  • Dibaca : 280 kali
Disduk Luncurkan Pembuatan KIA
ilustrasi KIA.

BATAM – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam meluncurkan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Tanda Kependudukan (KTP) anak, kemarin. Kartu untuk anak usia di bawah 17 tahun dan belum menikah itu sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan hak anak.

Kepala Disdukcapil Kota Batam Said Khaidar mengatakan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi sudah menyerahkan 12 KIA kepada anak didik pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Batam dalam memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia. Selanjutnya ada sekitar 1.700 kartu yang akan diterbitkan oleh Disdukcapil.

“Kemarin itu launching baru 12 kartu dulu. Momen bulan ini akan diterbitkan sekitar 1.700 kartu lagi,” kata Said kepada KORAN SINDO BATAM, kemarin.

Ia mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan seluruh camat di Kota Batam agar melakukan sosialisasi untuk memberikan informasi kepada sekolah TK dan PAUD di lingkungan masing-masing untuk mengumpulkan fotokopi akte kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat dalam pengurusan KIA.

“Camat sambil mendata juga. Nanti kami ambil syaratnya, seperti pengurusan kolektif gitu. Nanti juga kalau ada yang mengurus akte kelahiran, bisa langsung kita kasihkan kartu anak ini sekalian,” katanya.

Berdasarkan ketentuan KIA merupakan kartu identitas untuk anak usia 0-16 tahun. Kartu ini berisi nama anak, orang tua dan data lainnya yang berhubungan dengan pemegangnya.”Sama dengan e-KTP hanya saja khusus untuk anak,” ujarnya.

Kartu ini nanti bisa digunakan untuk mendaftarkan anak sekolah, pengajuan pembuatan buku tabungan dan lainnya. Saat ini untuk Kepri, KIA baru diterapkan di Natuna dan Kota Batam.”Nanti akan kita kejar terus pembuatannya,” katanya.

Sementara Ketua Komisi Pengawas dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Batam, Abdillah mengapresiasi penerapan kartu anak tersebut. Menurutnya, salah satu hak anak yang harus dipenuhi pertama kali dan paling mendasar adalah hak mendapatkan identitas. “Sebelumnya anak telah mendapatkan hak identitas berupa akte kelahiran,” ujarnya.

Kehadiran KIA, kata dia, sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap anak Indonesia. Maka pemerintah membuat regulasi tentang penerbitan KIA. KPPAD Kota Batam siap untuk bersinergi dengan pemerintah Kota Batam dalam program penerbitan KIA ini, karena ini merupakan salah satu upaya dalam melindungi pemenuhan hak anak.

“KIA ini merupakan bukti identifikasi diri ketika sewaktu-waktu anak mengalami peristiwa buruk dan KIA ini juga dapat mengurangi resiko terjadinya perdagangan orang serta banyak lagi manfaat lainya bagi anak,” katanya.

Abdillah berharap pemerintah pusat lebih perhatian terhadap anak-anak Indonesia, dan memberi penguatan anggaran kepada pihak yang berhadapan langsung dengan kebutuhan hak anak tersebut. Jadi, bukan hanya sekedar mendata dan memberikan KIA saja kepada anak.

KPPAD juga mengharapkan dinas terkait yang di tunjuk sebagai pembuat KIA itu, nantinya dapat menyediakan kemudahan dalam pengurusan administrasi terhadap anak.

Menurutnya, keberadaan KIA perlu disambut baik oleh masyarakat Indonesia. Karena selain pemerintah kedepan memiliki data lengkap anak, juga akan memberikan berbagai kemudahan bagi instansi pemerintah terkait, dalam memprogramkan kegiatan pemenuhan hak anak ke depan.

“Dengan KIA ini, kerja instansi akan lebih mudah dalam menjalankan program perlindungan terhadap anak ke depan,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com