SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gempa Banten, Pejabat Kominfo Kepri Gendong Bocah dari Lantai 10

  • Reporter:
  • Sabtu, 3 Agustus 2019 | 11:07
  • Dibaca : 234 kali
Gempa Banten, Pejabat Kominfo Kepri Gendong Bocah dari Lantai 10

Terbayang-bayang wajah anaknya, Andi Amrullah membantu satu keluarga menyelamatkan diri dari lantai sepuluh yang bergetar akibat gempa Banten tadi malam. Menggendong anak kecil yang ibunya panik.

CHANDRA GUNAWAN, Jakarta

Andi, pegawai Dinas Kominfo Kepri, baru saja merebahkan badan di kasur empuk sebuah hotel di Jakarta saat gempa 7,4 magnitudo mengguncang Banten dan sekitarnya pada Jumat (2/8) malam.

Suasana waktu itu langsung berubah ketika gempa hebat selepas Magrib pukul 19.03 WIB. “Seperti ayunan,” kata Andi Amrullah menceritakan gempa itu, Sabtu (3/8).

Pejabat eselon 4 Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri itu refleks loncat dari kasurnya. Tak pakai ganti baju, Andi keluar kamar dengan pakaian istirahat. Melewati lorong Hotel The Margo Depok, ia melihat seorang ibu dan dua anaknya yang masih kecil. Sang ibu, kata Andi, tampak kebingungan. Anaknya tak berpakaian dan basah kuyup. “Dua anaknya sedang mandi waktu gempa,” kata dia.

Sang ibu kebingungan harus kemana. Dengan sigap Andi Amrullah mengajak mereka untuk menuruni tangga darurat. Namun si ibu kesulitan karena dua anaknya yang sedang telanjang dan harus diselamatkan menuruni tangga darurat. Dengan penuh keyakinan, Andi Amrullah menggendong salah satu anak yang telanjang dan basah kuyup tersebut dan mereka berempat segera menuruni tangga darurat di tengah ayunan guncangan gempa.

“Saya teringat anak saya, jadi langsung saya angkat satu anak ibu tersebut, yang tinggal di sebelah kamar saya. Kami bergegas menuruni tangga darurat,” jelas Andi.

Dia melaporkan kondisinya kepada atasannya, Iskandar Zulkarnaen, yang  Jumat siang baru saja meninggalkan arena Bimbingan Teknis Direktorat Media Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Andi Amrullah yang berkaos putih dan bertubuh kurus serta berkacamata minus 6, menuruni anak tangga lantai demi lantai sambil terus menggendong anak yang telanjang dan basah kuyup diikuti si ibu yang juga menggendong salah satu anaknya yang telanjang dan basah kuyup juga. Sekilas mereka terlihat seperti sebuah keluarga yang panik karena gempa dan berlari menyelamatkan diri. Andi Amrullah baru mengenal mereka di lorong kamar hotel ketika mereka bergegas keluar kamar akibat merasakan ayunan gempa Banten.

Andi Amrullah dan ibu dengan kedua anaknya berhasil selamat dan dievakuasi keluar gedung. Andi Amrullah syok. Sebuah pengalaman yang mengerikan baginya, berlari dari lantai 10 sambil menggendong anak telanjang dan basah kuyup.

Walaupun begitu, Andi mengaku tidak mengenal nama ibu dan kedua anaknya tersebut. Sejatinya memang dalam tiap peristiwa selalu ada pahlawan yang berjuang demi kemanusiaan.

Diberitakan, gempa berkekuatan 7,4 magnitudo melanda sejumlah daerah di Sumur-Banten tadi malam. Titik gempa bersumber di laut, 147 kilometer di barat daya Provinsi Banten. BMKG sempat memberitahukan peringatan dini potensi tsunami. Peringatan berakhir sekitar pukul 22.30. Hingga tadi malam, dikabarkan tidak ada korban jiwa akibat gempa Banten.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com