SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Hakim Tolak Eksepsi Amat Tantoso

  • Reporter:
  • Jumat, 30 Agustus 2019 | 14:02
  • Dibaca : 271 kali
Hakim Tolak Eksepsi Amat Tantoso
Terdakwa Amat Tantoso menjalani sidang kasus penganiayaan terhadap warga Malaysia di PN Batam, Senin (26/8). f ahmad rohmadi

BATAMKOTA – Sidang kasus penganiayaan terhadap warga Malaysia dengan terdakwa Paulus Amat Tantoso kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (29/8). Majelis hakim memutuskan melanjutkan perkara tersebut dan, menolak seluruh eksepsi dari terdakwa.

Pantauan SINDO BATAM, Amat memasuki ruangan sidang pukul 10.30. Seperti biasanya, Amat datang melalui Kejari Batam bersama kolega dan pengawalan ketat. Sidang berjalan sekitar 15 menit.

“Menolak eksepsi karena alasan tidak berdasarkan hukum. Karena eksepsi tidak diterima, maka pemeriksaan perkara ini harus dilanjutkan,” kata Ketua Majelis Hakim Yona Lamerosaa Ketaren didampingi hakim Dwi Nuramanu dan Taufik Abdul Halim Nainggolan.

Yona meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk membuktikan dakwaannya dengan menghadirkan delapan orang saksi dalam persidangan selanjutnya pada 5 September mendatang. “Kami minta penuntut umum menghadirkan saksi korban terlebih dahulu,” katanya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Batam menunda pembacaan putusan sela sidang penganiayaan warga Malaysia yang menyeret pengusaha Amat Tantoso, Senin (26/8).

“Karena majelis belum bermusyawarah, maka sidang dengan agenda putusan sela ditunda dan akan dilanjutkan Kamis (29/8). Dan kepada Jaksa Penuntut Umum agar kembali menghadirkan terdakwa pada sidang selanjutnya,” kata Ketua Majelis Hakim Yona Lamerosaa.

Sedangkan pada sidang sebelumnya, JPU menolak eksepsi terdakwa Amat Tantoso pada sidang di PN Batam, Rabu (21/8). Dalam kasus ini, Amat diancam pidana sebagaimana dimaksud Pasal 351 Ayat (1) KUHP, Pasal 351 Ayat (2) KUHP, Pasal 353 Ayat (1) KUHP. Amat dijerat atas kasus penganiayaan kepada Hong Koon Chen alias Kelvin seorang warga Malaysia. Amat menikam perut Kelvin karena geram, setelah uangnya sebesar Rp 30 miliar tidak dikembalikan oleh korban. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com