SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Indofest 2019, Hadirkan Berbagai Produk Unggulan dari Daerah Terdampak Bencana

  • Reporter:
  • Jumat, 20 September 2019 | 14:48
  • Dibaca : 73 kali
Indofest 2019, Hadirkan Berbagai Produk Unggulan dari Daerah Terdampak Bencana

BATAM – Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) hadir dalam Batam Indofest 2019 di Nagoya Hill, yang digelar 19 – 22 September. Dalam pameran ini dihadirkan produk-produk unggulan dari kelompok usaha dari berbagai daerah pascabencana dan rawan bencana.

Produk-produk yang dihadirkan antara lain, kain Lurik Sukoharjo, Jawa Tengah yang terkena tanah longsor dan banjir 2018 lalu, Tenun Lombok, Lombok Timur bencana gempa bumi 2018, kerajinan kulit kayu dan noken dari Sentani Jayapura-Papua kena bencana banjir bandang cycloop dan banjir Sentani.

Selain produk kerajinan, ada juga produk makanan ringan seperti Madu Trigono, Lombok Utara saat bencana gempa bumi 2018, Mocaf Cookies, Sumedang, Jawa Barat (bencana tanah longsor tahun 2018), Kripik Singkong Amor Bangkalan, Madura (bencana tanah longsor dan banjir bandang tahun 2018), dan Kue Pia Minahasa Sulawesi dari bencana tanah longsor dan banjir 2016.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Rifai mengatakan, produk-produk yang ada merupakan salah satu hasil dari usaha kecil menengah masyarakat, yang bangkit dari bencana alam yang terjadi.

“BNPB tidak hanya menangulangi bencana, tapi pada saat pasca bencana kami kami juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat yang terpuruk,” kata Rifai.

Lanjut Rifai, target umum memperkenalkan produk ini adalah pengurangan nilai kerugian ekonomi dan khususnya dari sektor ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

“UMKM diharapkan mampu untuk merespon segala dampak bencana yang terjadi dan menyesuaikan diri serta ketika pasca bencana mereka bisa pulih secara cepat dan lebih baik lagi dibanding usaha yang mereka lakukan sebelumnya,” ujarnya.

UKM perlu untuk membangun ketangguhan UMKM dengan mendukung keberlanjutan usaha melalui panyusunan panduan pengelolaan keberlanjutan usaha. Tujuan dari pedoman ini adalah untuk memberi arahan dan panduan bagi semua pihak dalam melaksanakan manajemen atau pengelolaan keberlanjutan usaha untuk usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Dalam pedoman ini juga diberikan berbagai keterampilan dalam pengelolaan keberlanjutan usaha. Sasaran panduan ini adalah setiap pihak yang menyelengarakan keberlanjutan usaha untuk UMKM,” ungkap Rifai.

Tidak hanya itu, ada juga produk unggulan dari hasil pendampingan oleh BNPB berupa kopi dan teh. Kopi yang dihadirkan antara lain Kopi Cimbang dari Lingkar Gunung Sinabung Kabupaten Karo dari erupsi gunung sinabung, Lajukela Coffee lahan gambut di Kabupaten Kepulauan Meranti yang berasal dari pengurangan Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan.

Kehadiran BNPB dalam Batam Indofest adalah merupakan kegiatan yang kedua, setelah sebelumnya BNPB juga hadir dalam Festival Kopi dan Coklat di Bandung. Setelah Batam Indofest, pameran dengan tema yang berbeda akan berlangsung di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.  Melalui pameran ini, kelompok-kelompok usaha dari daerah pascabencana akan semakin terbuka akses pemasarannya dan perekonomian menjadi semakin pulih.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com