SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Intai Suami Selingkuh, Nurcahya Dianiaya Ibu Selingkuhan

  • Reporter:
  • Sabtu, 21 September 2019 | 14:49
  • Dibaca : 131 kali
Intai Suami Selingkuh, Nurcahya Dianiaya Ibu Selingkuhan
Sidang kasus penganiayaan dengan terdakwa Marose Silitonga di PN Batam, Kamis (20/19. f dicky sigit rikisiwi

BATAMKOTA – Kasus penganiayaan terhadap Nurcahaya Purba kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (19/8). Kali ini, sidang beragendakan pemeriksaan saksi-saksi, baik saksi korban maupun saksi dari pihak terdakwa Marose Silitonga.

Dalam kesaksiannya, Nurcahya mengatakan, kasus penganiayaan terhadap dirinya terjadi pada Senin 10 Juni silam. Saat itu, ia sedang berada di parkiran Masjid Al Qirom Tiban I, tak jauh dari rumah terdakwa. Nurcahya bersama adiknya, Bangkit Purba sedang mengawasi rumah terdakwa untuk memantau keberadaan suaminya Prayitno Budi Santoso. Hal itu dilakukan karena suami korban selama ini memiliki hubungan gelap dengan anak terdakwa, Agnes Petrilesia Tiffani.

“Anak dari terdakwa ini sudah merebut suami saya,” kata korban di hadapan Ketua Majelis Hakim Martha dan hakim anggota Renni Piyuah Ambarita serta Egi Novita.

Korban mengira, suaminya saat itu akan menjemput anak terdakwa. Prayitno dan Agnes serta korban bekerja di perusahaan yang sama. Bahkan Agnes juga sudah mengetahui jika korban dan Prayitno adalah pasangan suami istri.

Namun pengintaian yang dilakukan korban diketahui terdakwa. Terdakwa dan Agnes lalu mendatangi mobil korban, dan memfoto mobil dari arah depan dan belakang. Tak terima dengan aksi itu, Nurcahya lalu menanyakan apa yang dilakukan Marose. Terjadi perdebatan antar kedua belah pihak, sampai akhirnya penganiayaan dilakukan terdakwa terhadap korban.

“Terdakwa memukul kepala saya pakai mangkok keramik putih yang dibawanya dari rumah. Kepala saya berdarah. Bahkan saya harus mendapatkan lima jahitan dari luka itu yang mulia,” jelasnya kepada majelis hakim.

Usai memukul korban, Marose dan Agnes bergegas kembali ke rumahnya. Korban yang tak terima dengan perlakuan itu terus mengejar terdakwa ke rumahnya. Marose dan Agnes lalu pergi dengan mobil mereka. Korban lantas terus membuntuti bersama adiknya dari belakang. “Tapi kami lalu putuskan bikin laporan penganiayaan ke Mapolsek Sekupang,” kata Nurcahya.

Nurcahya menambahkan, kasus perselingkuhan suaminya dan Agnes terjadi sejak Desember 2018 silam. Keduanya juga kerap keluar masuk hotel, dan terkadang suaminya menginap di rumah Marose.

Meski sudah pernah bertemu langsung dengan Agnes dan memohon agar segera mengakhiri hubungan dengan suaminya, namun tetap saja hubungan perselingkuhan itu terus terjadi. Bahkan ia akhirnya digugat cerai suaminya di Pengadilan Agama (PA) Batam. Anaknya juga menjadi korban, dan hingga saat ini kabur dan tak mau tinggal di rumah.

Dalam persidangan tersebut, korban juga memberikan testimoni kasus penganiayaan yang terjadi padanya kepada majelis hakim. Dalam testimoninya itu, korban berharap terdakwa dapat dihukum setimpal dengan perbuatannya. “Ini kasus penganiayaan berencana. Terdakwa sudah merencanakan penganiayaan ini, dan membawa mangkok keramik untuk memukul kepala saya,” kata Nurcahya.

Sementara itu, Agnes Petrilesia Tiffani yang juga diperiksa sebagai saksi membantah kalau mempunyai hubungan dengan suami Nurcahya. “Saya tidak ada hubungan dengan suaminya, cuma suaminya saja yang mencintai saya,” kata Agnes. hendra zaimi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com