SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

JK Minta Rudi Benahi Pelabuhan Petikemas Batuampar

  • Reporter:
  • Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:19
  • Dibaca : 100 kali
JK Minta Rudi Benahi Pelabuhan Petikemas Batuampar
Pekerja bongkat muat di Pelabuhan Batuampar beberapa waktu lalu./dok sindo batam

BATAMKOTA – Di akhir masa jabatannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla memanggil Kepala BP Batam Muhammad Rudi ke Jakarta membahas Pelabuhan Batuampar. JK meminta Rudi membenahi total pelabuhan petikemas itu.

Peningkatan pelabuhan bongkar muat terbesar di Batam tersebut diharapkan dapat menekan ongkos logistik yang selama ini dikeluhkan para pelaku usaha.

“Kemarin saya dipanggil Pak JK. Beliau nitip pelabuhan itu, minta supaya revitalisasi pelabuhan ini tetap jalan sebagaimana yang sudah direncanakan selama ini,” kata Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Rabu (16/10).

Ada beberapa hal yang ditanyakan JK terkait dengan pelabuhan Batuampar. Pertama terkait dengan progres perbaikan pelabuhan. Termasuk soal gudang di kawasan pelabuhan. Gudang ini kondisinya dinilai sudah tak layak lagi sehingga perlu dibongkar.

“Beliau juga tanya bagaimana kerjasamanya, sudah selesai atau belum? Gudangnya sudah dibongkar atau belum? dan lain-lain,” kata Rudi

Kemudian juga terkait pergantian truck crane menjadi crane permanent. Selain untuk mempersingkat lama waktu bongkar muat barang dari kapal ke darat, juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelabuhan peti kemas itu, dari 350 ribu TEUs menjadi 5 juta TEUs.

Rudi menegaskan pada dasarnya tanpa diminta Wakil Presiden, peningkatan pelabuhan sudah menjadi program BP Batam untuk mendorong investasi. Hanya saja memang dalam pelaksanaanya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Pak JK memang minta segera mungkin diselesaikan, saya bilang siap. Karena kalau cepat selesai, bisa cepat jalan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, BP Batam sudah menjalin kerjasama dengan Pelindo II untuk mengelola pelabuhan Batuampar. BP masih koordinasi dengan Pelindo II dan juga Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Tadi saya satu pesawat dengan Pak Shahril Japarin (Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam). Nanti beliau yang tangani soal ini. Beliau sudah ke lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya mengatakan banyak pekerjaan rumah yang memang harus segera mungkin diselesaikan oleh pimpinan baru BP Batam. Mulai dari perizinan investasi, lahan, infrastruktur dan persoalan lainnya yang perlu diselesaikan dengan serius oleh BP Batam dan juga pemerintah pusat.

“Pak Kepala BP Batam (Muhammad Rudi) memberikan angin segar, tadi disampaikan dalam waktu empat bulan akan mendongkrak investasi. Karena itu saya sampaikan banyak PR yang harus diselesaikan jika ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam,” kata Cahya beberapa waktu lalu.

Beberapa hambatan investasi disebutkannya adalah terkait dengan cost logistic yang masih mahal, masalah ini sebelumnya sudah menjadi perhatian dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun, sampai saat ini menurut dia belum ada perubahan, cost logistic masih mahal dan dikeluhkan banyak investor.

“Karena itu kami harapkan masalah yang sudah lama ini bisa segera ada solusi dari BP Batam. Karena hal ini sangat penting bagi investor,” kata Cahya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com