SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kapal Singapura Bongkar Muat Ilegal

  • Reporter:
  • Selasa, 27 November 2018 | 10:41
  • Dibaca : 510 kali
Kapal Singapura Bongkar Muat Ilegal
Petugas TNI AL mengawal 10 penumpang gelap yang diamankan dari MV An Kang, kapal berbendara Singapura yang melakukan aktivitas bongkar muat ilegal saat diamankan di Mako Lanal Batam, Senin (26/11). f arrazy aditya

BATUAMPAR – Tim Guskamla Koarmada I menangkap dua kapal Singapura, MV An Kang dan MT Pu Tuo San yang melakukan aktivitas bongkar muat ilegal di Perairan Batam, Rabu (21/11). Dari MV An Kang juga diamankan 11 penumpang gelap karena tak masuk dalam daftar kru kapal.

Mereka yang diamankankan terdiri dari 10 warga negara asing (WNA) dan seorang warga negara Indonesia (WNI). Komandan Guskamla Koarmada I Laksamana Pertama Dafit Santoso mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dari nelayan tentang aktivitas ship to ship (STS) ilegal di perairan Batam. “Saat itu, sedang ada bongkar muat ilegal dari MV An Kang ke MT Po Tu San,” ujarnya saat ekspose di Mako Lanal Batam, Tanjungsengkuang, Senin (26/11).

Kapal MV An Kang yang membawa muatan berupa provision (bahan basah) dan store (alat-alat kebutuhan kapal) untuk MT Pu Tuo San, MT Ocean Porpoise dan MT Ocean Gobi namun tidak dilengkapi dokumen bongkar muat.

Guskamla Koarmada I lalu mengerahkan Kapal Angkatan Laut (KAL) Mapur melaksanakan patroli penyekatan. Kedua kapal Singapura diamankan KAL Mapor pada posisi 0115.103 N – 10403.436 E. KAL Mapor merapat ke Iambung kiri MV An Kang dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal kru kapal dan dokumen bongkar muat. “Selain tak bisa menunjukkan dokumen, diamankan 11 penumpang gelap dari MV An Kang karena tak masuk crew list,” ujarnya.

Selanjutkan kedua kapal diarahkan menuju Dermaga Lanal Batam, Tanjungsengkuang, namun MV An Kang dan MT Pu Tuo San berusaha kabur melaju ke arah Timur. Beruntung dengan kesigapan personel TNI Kapal berhasil ditangkap dan dibawa ke Mako Lanal Batam.

Kedua kapal Singapira ini diduga melanggar pasal 323 ayat (1) jo pasal 219 ayat (1) UU Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran, yaitu nahkoda yang berlayar tanpa memiliki surat persetujuan berlayar yang dikeluarkan oleh syahbandar.

Kemudian pasal 317 di mana nakhoda yang tidak mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 193 ayat (1) melakukan pelayaran tidak mematuhi ketentuan yang berkaitan dengan tata cara berlalu lintas. Selain itu melanggar pasal 113 jo pasal 9 ayat (1) UU Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dan UU Nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan pasal 102 huruf b.

Dafit menambahkan, penangkapan terhadap dua kapal Singapura ini bukan pertama kalinya. Dalam lima bulan terakhir, petugas TNI AL sudah mengungkap tiga kasus dengan modus operandi yang sama.

Dua kapal sebelumnya yang ditangkap petugas TNI AL adalah MV Phyllis bendera Jibouti pada Juli lalu oleh KRI Sutedi Senoputra-378. Aktivitas MV Phyllis dinyatakan ilegal berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) pada tanggal 10 Oktober lalu.

Kemudian, MV Swift Hawk juga bendera Singapura ditangkap KAL Mapor pada 14 November dan saat ini masih dalam proses penyidikan di Lantamal IV Tanjungpinang.

Kepala Imigrasi Batam Lucky Agung akan menindak 10 penumpang gelap yang diamankan dari MV An Kang karena masuk wilayah Indonesia tanpa dokumen resmi. “10 WNA ini masih menjalani pemeriksaan di Guskamla Koarmada I. Kami akan melakukan pemeriksaan setelah ada pelimpahan,” katanya.

Kepala Kantor Bea Cukai Tipe B Batam Susila Brata mengaku aktivitas bongkar muat ilegal ini sudah beberapa kali terjadi di perairan Batam. Kapal patroli BC juga sudah sering kali melakukan penindakan.

Tidak hanya melakukan penyidikan terkait pelanggaran kepabeanan, Bea Cukai juga akan menyelidiki terkait adanya duagaan ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Sejumlah tangkapan serupa yang dilakukan patroli Bea Cukai juga masih dilakukan pengembangan,” kata Susila. tengku bayu

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com