SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kepolisian Buru Pelaku Pembuang Minyak Hitam

  • Reporter:
  • Selasa, 19 November 2019 | 14:52
  • Dibaca : 105 kali
Kepolisian Buru Pelaku Pembuang Minyak Hitam
Petugas Dinas Lingkungan Hidup menyemprot oil spill dispersant (OSD) ke laut untuk mengurangi konsentrasi minyak hitam di perairan Belakangpadang, kemarin. /dok DLH Batam

NONGSA – Polda Kepri turun tangan menelusuri temuan minyak hitam yang mencemari perairan Belakangpadang, Sekupang. Diduga praktik laten kapal yang sengaja membuat limbah minyak ke laut.

“Yang kedapatan buang limbah pasti kami lakukan tindakan tegas,” ujar Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta, Senin (18/11).

Benyamin menegaskan pihaknya tengah mendalami pelaku pembuang limbah di perairan Belakangpadang. “Sekarang ini masih kami dalami,” sambung dia.

Limbah minyak hitam pekat kembali mencemari perairan Batam kali ini di Kecamatan Belakangpadang. Minyak menggenangi sekitar pelabuhan, Dataran Lang Lang Laut, hingga pemukiman rumah warga yang berdiri di atas laut sejak Sabtu, 16 November 2019. Belum diketahui asal limbah minyak tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie mengatakan pihaknya sudah turun langsung untuk mengambil sampel tumpahan minyak di Belakangpadang tersebut. Begitu mendapatkan laporan, DLH bersama Camat Belakangpadang langsung melakukan pantauan di lokasi.

“Kondisi tumpahan di tengah laut sudah menipis tetapi di pinggiran masih hitam dan menggumpal lokasi terdampak pinggiran laut seputaran pasar Belakangpadang,” kata Herman, Senin (18/11).

Untuk mengurangi dampak pencemaran minyak, tim Pertamina bersama Provinsi Kepri sudah menyemprotkan Oil spill dispersant (OSD). Tujuannya tidak lain adalah untuk mengurangi konsentrasi dan memgurai minyak agar tidak berbahaya bagi lingkungan.

“Selanjutnya kapal KPLP No lambung KNP 376 mengadakan patroli di seputar perairan tersebut,” katanya

Terkait asal limbah minyak oli tersebut, pihaknya menduga ada kapal yang sengaja membuang limbah ke laut. Hanya saja pihaknya saat ini masih melakukan penelitian. Pihaknya mengaku juga mengaku masih menunggu informasi dari Tim Daerah penanggulangan Spill Oil Kepri.

“Kami masih melakukan investigasi, dugaan sementara ada kapal yang sengaja membuang limbah minyak di laut,” katanya.

Camat Belakangpadang Yudi Admaji mengatakan pihaknya menyayangkan ada pihak yang sengaja mencemari pantai Belakangpadang. Karena itu atas nama masyarakat, pihaknya mendesak agar pelaku pembuang minyak hitam ini segera di ungkap dan di proses sesuai hukum.

“Karena banyak yang terdampak, baik masyarakat yang tinggal di laut, bot dan alat tangkap nelayan juga kena dampaknya. Dan tentunya bau minyak dan sampah yang ketepi pantai lang lang lut mengganngu kenyamanan masy dan wisatawan,” kata Yudi.

ahmad Rohmadi/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com