SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Keruk Waduk Tambah Air Baku

  • Reporter:
  • Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:01
  • Dibaca : 219 kali
Keruk Waduk Tambah Air Baku
Karyawan ATB memeriksa produksi air yang dihasilkan di Waduk Mukakuning, beberapa waktu lalu. Kota Batam yang tak memiliki sumber air mengandalkan waduk tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. DOK SINDO BATAM

BATAMKOTA – DPRD Batam mendorong Badan Pengusahaan (BP) Batam agar melakukan pengerukan waduk untuk menambah debit air sebagai antisipasi ketersediaan air baku di Kota Batam.

“Ini perlu didorong agar debit air semakin besar. Seperti kita tahu ketersediaan air baku sudah menipis sekitar 10 persen lagi,” kata Anggota Komisi III DPRD Batam, Tumbur Hutasohit di DPRD Batam, Selasa (15/10).

Ia mengatakan, pemerintah daerah harus mampu menyediakan air bersih bagi masyarakat. Sementara Kota Batam sudah tidak memiliki sumber daya air selain dari waduk-waduk yang ada.

“Kalau di daerah lain memiliki sumber air yang berlimpah seperti dari gunung, danau dan sebagainya. Sedangkan Batam hanya berharap dari air hujan saja,” ujarnya.

Selain itu, katanya, pemerintah daerah juga harus menjaga kawasan resapan air dari aktivitas yang dapat mengotori daerah resapan air seperti pembalakan hutan dan keberadaan tambak ikan di sekitar daerah resapan air.

“Kalau sudah pohon ditebang, darimana lagi air kita untuk kebutuhan sehari-hari. Daerah resapan inilah yang harus kita jaga bersama,” jelasnya.

Tumbur juga meminta kepada PT Adhya Tirta Batam (ATB) Batam sebagai pengelola air bersih di Batam untuk terus meningkatkan pelayanan menjelang konsesi atau kontrak pada tahun 2020.

“Jangan sampai pelayanan jadi loyo menjelang berakhirnya konsesi ini. Harus lebih baik lagi pelayanan. Apalagi masih ada wilayah yang belum teraliri air bersih seperti di Taman Lestari, Batuaji,” katanya.

Seperti diketahui, ketersediaan air baku di Kota Batam tinggal 10 persen. PT Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai pengelola air bersih di Batam mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih bagi kelangsungan hidup nantinya.

“Ketersediaan air baku di Batam hanya mencapai 10 persen saja. Ketersediaan air baku harus dipikirkan dari sekarang oleh setiap pemangku kepentingan. Ini bagi kelangsungan hidup anak cucu kita nantinya,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Y. Jacobus.

Ia mengatakan, Kota Batam tidak seberuntung daerah lain yang kaya akan sumber air baku. Air bersih yang dikelola ATB untuk masyarakat Batam hanya mengandalkan curah hujan.

“Di banyak kesempatan kami selalu sampaikan bahwa menghemat penggunaan air bersih itu sangat penting. Apalagi Batam tidak memiliki sumber air yang melimpah,” katanya.

Selain itu, katanya, ATB juga kerap mengedukasi tentang seberapa penting masyarakat Batam harus menghemat menggunakan air bersih yang tersedia, di tengah ketersedian air waduk yang semakin berkurang akibat curah hujan.

“Kapasitas air baku yang tersedia saat ini diperkirakan hanya akan bertahan hingga 2 tahun mendatang. Pertumbuhan penduduk dan industri di Batam perlu diimbangi dengan pertumbuhan cadangan air baku,” katanya.

Sumber air baku yang dikelola ATB berasal dari lima waduk milik pemerintah. Saat ini total kapasitas terpasang berkisar 3.800 liter/detik. Dari kapasitas tersebut, ATB telah mengelola 3.300 liter/detik untuk memenuhi kebutuhan domestik dan industri.

“Cadangan air baku yang ada hanya tinggal 500 liter/detik, sementara pertumbuhan kebutuhan air bersih meningkat antara 150 hingga 200 liter per detik setiap tahunnya,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com