SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kisah Asmara Wanita Lugu asal Natuna dan Prajurit Negara

  • Reporter:
  • Rabu, 14 Maret 2018 | 10:37
  • Dibaca : 768 kali
Kisah Asmara Wanita Lugu asal Natuna dan Prajurit Negara
Salah satu adegan Jelita Sejuba di Natuna./ist

KISAH tentang keluarga seorang prajurit di Natuna diangkat menjadi film. Jelita Sejuba namanya. Film garapan Marlia Nurdiyani ini berasal dari kisah nyata, bagaimana kesetiaan seorang istri tentara yang harus menjadi kepala keluarga.

SHOLEH ARIYANTO, Natuna

Rumah produksi Drelin Amagra Pictures meluncurkan film perdananya, Jelita Sejuba (Mencintai Kesatria Negara) yang berkisah tentang kehidupan keluarga prajurit yang dibintangi oleh Putri Marino, Wafda Saifan Lubis, Aldi Maldini, Abigail, dan aktris pendatang baru Mutiara Sofya. Film berlatarbelakang di Natuna.

Ceritanya menggambarkan perjuangan hidup para isteri prajurit, ketika mereka harus berjarak dengan suami yang sedang bertugas, mereka harus berperan menjadi kepala keluarga.

Film menceritakan tentang penantian seorang istri tentara bernama Sharifah, si gadis Natuna, yang dilakoni oleh Puteri Marino. Sharifah menanti kepulangan suaminya, Jaka yang diperankan Wafda Saifan Lubis.

Ia memerankan tokoh ini dalam dua dimensi umur yang berbeda, yaitu sebagai Sharifah si remaja lugu dan naif yang sedang jatuh cinta, dan sebagai Sharifah sang ibu muda yang tegar menghadapi hari-harinya sebagai isetri tentara.

Selain Putri Marino dan Wafda Saifan Lubis, film itu juga dibintangi oleh Yayu Unru, Nena Rosier, Yukio, Aldi Maldini eks personel Coboy Junior serta aktris remaja pendatang baru Abigail, Mutiara Syofya dan Harlan Kasman dari Natuna.

Skenario Jelita Sejuba ditulis oleh Jujur Prananto, yang film-filmnya telah disaksikan jutaan penonton Indonesia antara lain Ada Apa dengan Cinta, Petualangan Sherina, dan Laskar Pelangi berkolaborasi dengan Ray dalam menggarap naskah film ini. Jelita Sejuba akan tayang pada 5 April mendatang di seluruh bioskop tanah air.

Film ini sudah dinantikan di Natuna. Seperti jajaran TNI di sana yang akan menggelar nonton bersama.

“Film ini bagus. Bertemakan bela negara,” ujar Komandan Kodim Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal, kemarin.

Menurutnya keinginan menonton bareng itu bukan hanya jadi keinginan satu kalangan saja di Natuna melainkan semua elemen masyarakat menghendakinya.

“Karena kita di Natuna belum ada bioskop maka kita harus koordinasi dulu dengan pemilik hak cipta dan pemilik hak tayangnya terlebih dahulu. Multiplier efek film ini besar sekali untuk Natuna,” paparnya.

Menurutnya, film yang mengisahkan tentang keluarga prajurit itu merupakan pesan TNI kepada masyarakat seluruh indonesia agar sama – sama menjaga keutuhan NKRI. Ia juga berpesan agar masyarakat Natuna turut menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kedaulatan NKRI.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com