SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Libur Lebaran Tujuh Hari

  • Reporter:
  • Kamis, 19 April 2018 | 10:04
  • Dibaca : 283 kali
Libur Lebaran Tujuh Hari
Ilustrasi / DOK SINDO BATAM

BOGOR – Pemerintah membuat kebijakan baru yang mengatur soal libur Lebaran dari awalnya empat hari ini, menjadi tujuh hari. Penambahan libur selama tiga hari ini telah ditetapkan melalui perubahan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri No 223/2018, No 46/2018, dan No 13/2008 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018.

SKB ini berlaku untuk TNI, Polri, pegawai swasta, dan BUMN; sedangkan cuti bersama bagi pegawai negeri sipil (PNS) akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. Dalam SKB sebelumnya, cuti bersama Idul Fitri ditetapkan pada 13, 14, 18, dan 19 Juni 2018. Lalu pada SKB yang baru, libur Lebaran adalah 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018.

“Jadi memang ditambah sebelum Lebaran tanggal 11 dan 12 Juni 2018. Kemudian setelah Lebaran tanggal 20 Juni 2018,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani di Istana Bogor kemarin.

Puan mengatakan adanya penambahan cuti bersama ini diharapkan agar arus mudik baik sebelum Lebaran ataupun sesudahnya bisa lancar. Di sisi lain, hal ini akan menambah waktu bagi masyarakat untuk bersilaturahmi bersama dengan keluarga.

“Jadi, arus lalu lintas tidak terjadi stuck atau hal-hal yang tidak diinginkan. Insya Allah, ini bisa bermanfaat,” ungkapnya.

Dalam SKB Tiga Menteri tersebut, juga sudah jelas bahwa cuti bersama jumlahnya adalah empat hari sebelum Lebaran dan tiga hari sesudah Lebaran. Puan memperingatkan kepada para aparatur negara untuk mematuhi aturan ini. Jika para PNS nekat tidak menaatinya maka akan mendapatkan sanksi disiplin.

“Tentu atasannya atau Kementerian PAN-RB yang akan memberikan teguran resminya,” tuturnya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan bahwa pertimbangan utama penambahan cuti ini adalah demi kelancaran arus mudik. Jika menggunakan skema cuti bersama sebelumnya, masih ada potensi penumpukan arus mudik dalam waktu yang sama.

“Dua hari itu numpuk bisa kaya tahun sebelumnya memicu macet. Maka kita beri dua hari Senin-Selasa, mulai Sabtu-Minggu-Senin-Selasa-Rabu-Kamis sudah bisa diatur kepulangannya,” jelasnya.

Dia mengatakan, meski ada penambahan waktu libur Lebaran, layanan publik yang diselenggarakan pemerintah seperti kesehatan tidak akan sampai terganggu. “Layanan bisa online. Tidak ada masalah sebenarnya,” paparnya

Dia pun berharap, dengan cuti bersama yang sudah cukup panjang, tidak ada lagi PNS yang membolos setelah libur Lebaran. Dia juga memastikan akan ada sanksi bagi PNS yang nekat membolos. Tingkatan sanksi pun juga dinaikkan. “Langsung peringatan tertulis. Teguran ini buat PNS luar biasa lho. Bisa mengakibatkan turun pangkat, bisa tunjangan kinerja tidak dikasih,” katanya.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku dirinyalah bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengusulkan penambahan libur. Menurutnya, hal ini bagian dari manajemen waktu untuk memperlancar arus mudik lebaran. “Kalau ada (tambahan) dua hari Senin Selasa libur, akhirnya bisa pulang Sabtu Minggu,” paparnya.

Jika tetap pada skema lama, Budi menilai para PNS tidak akan maksimal bekerja. Dia yakin dengan kebijakan ini akan membuat masyarakat pun memiliki banyak pilihan. Dia juga optimistis kebijakan ini akan mengurangi kemacetan saat Lebaran. “Apalagi, anaknya juga libur. Mungkin mereka libur di daerah. Dan bulan puasa di daerah itu lebih nikmat,” paparnya.

dita angga

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com