SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mabuk, Fendi Tantang Rusdianto Berkelahi

  • Reporter:
  • Kamis, 7 November 2019 | 14:21
  • Dibaca : 116 kali
Mabuk, Fendi Tantang Rusdianto Berkelahi
Rudianto memperagakan perkelahian saat rekonstruksi kasus di Pelabuhan Pasir, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Selasa (5/11). /NOVEL M SINAGA

BINTAN – Polsek Gunung Kijang menggelar rekonstruksi kasus tewasnya Fendi (30), anak buah kapal (ABK) KM Simpati Jaya. Rekonstrusi itu digelar di TKP, tempat jasad korban ditemukan, di perairan Pelabuhan Pasir, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Selasa (5/11).

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Monang Silalahi mengatakan, rekonstruksi itu untuk melengkapi berkas perkara atas meninggalnya ABK kapal, Fendi yang diduga akibat peristiwa perkelahian yang terjadi

“Rekonaruksi ini dilakukan untuk memenuhi petunjuk dari jaksa penuntut umum guna kelengkapan berkas perkara yang kita tangani,” tuturnya.

Dalam rekonstruksi itu ada sedikitnya 10 adegan rekonstruksi termasuk adegan yang diperagakan oleh tersangka Rusdianto dan sejumlah saksi yang merupakan rekan korban dan juga rekan tersangka.

Adegan rekonstruksi yang pertama dimulai saat korban pulang dari tempat hiburan ke pelabuhan yang merupakan lokasi TKP dalam kondisi mabuk. Saat kondisi mabuk itu, korban malah menasehati rekannya salah satu saksi hingga memukulnya.

Adegan berikutnya, saat korban menantang rekan lainnya termasuk tersangka yang saat itu tertidur dan dibangunkan oleh tersangka untuk duel. Atas ajakan itulah tersangka bangun dan naik ke pelabuhan disusul oleh korban dan terjadi perkelahian.

Monang menuturkan, dalam rekonstrusi itu terungkap bahwa korban pun terjatuh ke laut saat mendapatkan pukulan dari tersangka berkali-kali.

“Dalam adegan rekonstruksi ke enam, saat terjadi perkelahian, korban semakin mundur saat mendapatkan pukulan dan semakin mendekat ke tepian hingga tercebur ke laut, saat itu korban masih hidup saat terjatuh ke laut dan tenggelam,” terang Monang.

Ia melanjutkan, saat itu pula para rekan korban berusaha mencari korban yang tenggelam, namun tidak juga ditemukan dan tidak muncul ke permukaan laut.

“Hingga keesaokan harinya, jasad korabn ditemukan terapung sekitar 50 meter dari lokasi TKP,” imbuhnya.

Dari hasil visum, Monang menyampaikan dalam tubuh korban, ditemukan tanda-tanda kekerasan di bagian kepala akibat benturan yang diduga akibat pukulan dari tersangka saat terjadi perkelahian.

“Untuk pemberkasan ini, kita masih melengkapi hingga dinyatakan lengkap untuk nantinya kita limpahkan ke pihak Kejaksaan, guna proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

novel m sinaga

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com