SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Maju Batam-2, Osco: Saya Punya Resep Khusus Batam Jadi Kota Ekonomi yang Modern

  • Reporter:
  • Minggu, 24 November 2019 | 11:10
  • Dibaca : 324 kali
Maju Batam-2, Osco: Saya Punya Resep Khusus Batam Jadi Kota Ekonomi yang Modern

JAKARTA – Pengusaha nasional Olfriady Letunggamu menggalang dukungan lewat visi Ekonomi untuk jadi wakil wali kota Batam. Malang melintang di pentas bisnis Tanah Air, ia meyakinkan punya segudang strategi perbaikan ekoonomi Batam dan membangun kota modern seperti Singapura.

Bagi Olfriady atau yang akrab disapa OSco, Batam istimewa. Dia melihat semestinya Batam bisa lebih maju dari keadaan sekarang. “Batam itu seharusnya bisa lebih maju dari Singapura kalau proses pembangunannya sejak dahulu tidak terhambat. Kalau saya diberikan amanah oleh rakyat kota Batam untuk memimpin Kota Batam, saya punya resep khusus agar Kota Batam benar-benar menjadi sebuah kota mandiri yang maju dan modern. Kegiatan ekonomi di Kota Batam bisa ditingkatkan, lapangan pekerjaan diciptakan, pendapatan masyarakat bisa meningkat,” papar dia, kemarin.

Osco telah menyatakan diri terjun ke pentas Pemilihan Wali Kota Batam 2020. Pekan lalu ia telah mendaftar sebagai wakil wali kota Batam lewat Partai Gerindra dan Demokrat Batam. Kepada pejabat teras dua partai politik itu, Osco menerangkan visinya seputar ekonomi dan mendatangkan investasi ke Batam.

Bukan sembarangan, Osco punya pengalaman kebijakan ekonomi. Osco yang mendampingi mantan Menteri Peindustrian era 2014-2019, Saleh Husin bersama Perhimpunan Alumni Jerman, pada kunjungan ke Kodiklat TNI mengatakan bahwa industri di Kota Batam sedang mengalami kelesuan. Menurut data Badan Pusat Statistik Kota Batam, pertumbuhan industri manufaktur di Batam memang cenderung turun. Pada 2013, pertumbuhan industri di Batam masih 7,07% tetapi pada 2017 melorot menjadi tinggal 1,76%.

“Saya tadi diskusi dengan para alumni Jerman, bahwa kelesuan industri manufaktur di Kota Batam, beriringan dengan rencana industri 4.0 yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Jokowi,” papar dia.

Menurut dia, seharusnya pemerintah juga memperhatikan industri manufaktur yang justru menyerap banyak tenaga kerja. Investor banyak kok yang mau bangun pabrik, tapi mereka khawatir tidak ada support dari pemerintah. “Saya katakan, saya bisa menarik investor untuk membangun dan membawa keuntungan bagi bangsa dan negara, saya katakan juga kalau saya jadi pemerintah di Kota Batam, saya support pengusaha untuk berinvestasi di Kota Batam, tapi jangan sekali-kali mengangkangi hukum dan menyesengsarakan pekerja. Saya tidak kompromi soal yang begitu,” tegas Osco.

Sebagai informasi, Osco berencana maju untuk menjadi kepala daerah di Kota Batam. Beliau adalah Ketua Perhimpunan Alumni Jerman, senior executive di Indonesia Business Council NSW Australia dan advisor di Indonesian Diaspora Network Australia. Kepintaran Osco mendapatkan apresiasi langsung dari Presiden Ketiga Republik Indonesia, BJ. Habibie.

Osco memberi tanggapan positif ketika ditanya mengenai peran Pemerintah Kota Batam dalam hal Industri, dirinya mengaku sudah banyak berdiskusi dengan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat di Kota Batam tentang pentingnya Kota Batam sebagai penyangga industri nasional.

“Saya kok optimis ya Kota Batam bisa jadi kota industri yang modern. Sekarang Pemda Kota Batam dan Badan Pengelola Kota Batam sudah dijadikan satu. Artinya tidak ada lagi dualisme dalam pembangunan dan kebijakan. Artinya perjalanan pembangunan Kota Batam bisa diputuskan perencanaan oleh Pemerintah Daerah Kota Batam dan ini suatu hal yang menggembirakan. Batam pasti bisa jadi kota Industri modern yang mampu bersaing dengan Singapura dan Shenzen,” papar Osco.

Seperti yang kita ketahui bersama, perencanaan pembangunan di Kota Batam sudah ada sejak era Presiden Soeharto yang kala itu digagas oleh Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie. Ketika rencana tersebut dicetuskan hingga saat ini, Kota Batam belum dibangun sesuai dengan apa yang dicetuskan dahulu kala.

Osco melanjutkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang industri. Betapa tidak, dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia berpotensi menjadi pasar bagi pelaku-pelaku industri, khususnya dalam bidang teknologi manufaktur.

Osco mengatakan bahwa Indonesia seharusnya bisa mampu bersaing dengan industri-industri bangsa lain yang menjajakan hasil industrinya di Indonesia.

“Kita bisa lihat, orang Indonesia itu haus akan teknologi. Handphone keluaran terbaru dari merek tertentu saja, orang Indonesia rela antri untuk mendapatkan barang itu. Padahal sudah kita tahu, produk itu tidak dibuat di Indonesia. Artinya apa, jika pemerintah mendukung adanya industrialisasi di berbagai sektor, ini artinya dunia usaha akan bergairah. Selain pabriknya kita dukung, pasarnya juga didukung,” tutur dia.

Menurut Osco, dukungan pemerintah saat ini sudah baik, hanya saja harus terus diperkuat dan dibuat semakin baik. Industri tidak hanya melibatkan unsur dari Kementerian Perindustrian, akan tetapi juga melibatkan unsur dari kementerian lain, seperti kementerian ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, serta kementerian Perdagangan.

“Para stakeholder dalam kegiatan industri harus duduk bareng dalam merumuskan berbagai macam persoalan dalam perindustrian. Misalnya, terkait dengan tenaga kerjanya, sumber bahan bakunya, energinya, sampai kekayaan intelektualnya. Sinergisitas dengan pemerintah daerah juga harus baik. Karena pemerintah daerahlah yang nantinya jadi ujung tombak pelaksana kebijakan di daerah, terkait dengan industri,” tambah Osco. chandra gunawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com