SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Minta Kejelasan Soal Kavling, Warga Seibeduk Datangi BP Batam

Minta Kejelasan Soal Kavling, Warga Seibeduk Datangi BP Batam
Warga Seibeduk Geruduk BP Batam. Foto Tommy Purniawan

SINDOBATAM – Puluhan warga Seibeduk datangi Kantor BP Batam Jumat (9/6/2017) pagi. Mereka datang guna menanyakan kejelasan lahan kavling di Mangsang seluas tujuh hektare, yang telah dibeli melalui pengembang CV Bukit Permai.

Pantauan SINDOBATAM, puluhan orang tersebut duduk di dekat tangga kantor BP Batam. Warga berharap, bagian lahan mau memediasi warga dengan Erni dan Budriah alias Puji pemilik CV Bukit Permai. Tujuannya meminta agar uang yang telah disetorkan dikembalikan lagi ke warga.

Yuki perwakilan puluhan warga mengatakan, persoalan ini berawal sejak warga merasa ditipu Erni dan Puji. Pasalnya, kesepakatan awal lahan kavling suratnya dikeluarkan setelah lunas pembayaran. Namun meski warga telah melunasi pembayaran surat legalitas atau surat KSB tidak juga didapatkan warga.

“Kami ini semua korban penipuan, semua biaya telah kami lunasi tetapi kejelasan tanah kavling tidak ada,” katanya.

Diatas lahan seluas tujuh hektare yang dikembangkan CV Bukit Permai, akan dibangun KSB dan pertokoan. Dari data yang ada, akan berdiri 590 kavling dan untuk harga perkavlingnya Rp 12-17 juta. Sedang kavling pertokoan dihargai pengembang Rp36 juta dan pembayaran bisa dicicil tiga kali.

“Karena harga dan lahan telah digarap, makanya warga percaya kalau lahan tersebut dijadikan kavling,” ujarnya.

Lahan itu mulai diperjualbelikan sejak 2016 lalu, dan Februari warga dijanjikan Erni semua surat KSB akan diselesaikan. Namun, hingga tanggal yang ditentukan Erni mengundur hingga 17 Mei dan diundur lagi waktunya hingga 1 Juni.

“Karena warga merasa geram akan janji-janji Erni, makanya 1 Juni itu membuat pernyataan di atas materai meminta kejelasan atas surat KSB itu,” ujarnya.

Dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani Erni pada 1 Juni itu, jika satu hari setelah kesepakatan dibuat hak warga tidak didapatkan, maka rumah Erni di Dutamas serta satu mobil disita. Namun, pada hari yang ditentukan Erni meminta pembayaran akan dilakukan pada 20 mendatang di Polda Kepri.

“Kami heran mengapa pembayaran di Polda Kepri, jangan mentang-mentang suaminya polisi di Polda memanfaatkan pakaian suaminya,” katanya.

Yuki mengatakan, ia ingin pihak BP Batam yang memberikan lahan tersebut mempertemukan warga dengan pihak CV Bukit Permai menanyakan permasalahan ini, agar ada solusi terbaik. “Kita ingin jika KSB tak dapat, uang warga dikembalikan,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com