SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mitra Unjuk Rasa di Batam, Ini Jawaban Gojek Indonesia

  • Reporter:
  • Selasa, 14 Juli 2020 | 14:12
  • Dibaca : 263 kali
Mitra Unjuk Rasa di Batam, Ini Jawaban Gojek Indonesia
Driver Gojek melintas mengantar penumpang. Foto Teguh Prihatna.

BATAM – Gojek Indonesia menegaskan Program Berkat yang diberlakukan selama pandemi Covid-19 justru demi membantu mitra Gojek. Program itu diprotes mitra Gojek di Batam dengan menggelar aksi unjuk rasa beberapa hari terakhir.

Aji Wihardandi, Corporate Affairs Sumbagsel Gojek Indonesia, menjelaskan Program Berkat diterapkan mengingat pandemi COVID-19 telah berdampak pada semua lini kehidupan. Bagi Gojek, mobilitas masyarakat yang menurun drastis berdampak pada sepinya order yang dijalankan oleh jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Hal ini secara otomatis membuat mitra driver kesulitan mengumpulkan pendapatan harian.

“Gojek berupaya membantu mitra-mitra driver dengan memberikan jaminan penghasilan setiap harinya bagi mereka,” ujar Aji dalam rilis pers yang diterima SINDOBATAM.COM, Selasa (14/7/2020).

Dia menambahkan program Berkat ini merupakan salah satu program kesejahteraan Gojek selama pandemi Covid-19 yang merupakan alternatif terbaik dalam menjaga pendapatan harian Mitra setiap harinya.

Program Berkat akan membantu mitra mendapatkan pendapatan bersih minimum (Pendapatan dari Tarif setelah dikenakan Biaya Layanan Gojek 20%) yang bisa dibawa pulang Mitra per harinya yang besarannya berbeda-beda untuk setiap kota.

Tujuan dari Program Berkat ini adalah memberi kesempatan yang sama kepada semua mitra driver untuk mendapatkan penghasilan di masa sulit ini secara merata. Gojek akan memberikan insentif kepada mitra driver yang berhasil meraih poin tertentu. Pengaplikasian sistem ini terbukti telah membantu banyak Mitra Gojek dari menurunnya jumlah orderan.

Selain Program Berkat bagi para mitra, Gojek juga berusaha membantu meringankan kesulitan yang dihadapi mitra driver dan ekosistem Gojek secara keseluruhan.

“Sejak awal pandemi COVID-19, kami telah meluncurkan program-program kesejahteraan mitra driver dengan 3 pilar utama, yaitu penyediaan layanan kesehatan, ringankan beban biaya harian, bantuan pendapatan,” papar Aji.

Beberapa di antara program tersebut telah menjangkau mitra secara signifikan, seperti pembagian voucher sembako yang menjangkau 450 ribu mitra driver, pembagian voucher makanan gratis bagi mitra driver dan keluarga, mendatangkan 5 juta masker, dan membagikan APD secara meluas di wilayah operasional Gojek, hingga mengupayakan restrukturisasi cicilan kendaraan bermotor bagi mitra driver lewat kerja sama dengan sejumlah perusahaan pembiayaan.

Terkait tuntutan untuk mengembalikan ke instentif awal akibat adanya pandemi  COVID-19 ini masyarakat Indonesia diminta untuk bekerja dan belajar di rumah sehingga jumlah orderan buat mitra menjadi semakin berkurang.

Hal ini menyebabkan skema insentif yang saat ini berlaku, dimana skema tersebut mengutamakan pencapaian poin dan pendapatan yang tinggi, menjadi sulit dicapai. Hanya sedikit sekali mitra yang bisa mencapai tupo saat ini.

Oleh sebab itu, mulai Juli 2020, Gojek akan menghilangkan skema insentif sepenuhnya dan diganti dengan Program BERKAT.  Program ini meskipun sederhana tapi dibuat untuk membantu lebih banyak mitra untuk mendapatkan pendapatan minimum dengan poin yang lebih mudah dicapai.

Kemudian, terkait tuntutan untuk mengevaluasi akun joki, Aji menjelaskan, untuk melindungi keamanan akun Mitra dan menjaga kepercayaan Pelanggan, Gojek mewajibkan Mitra untuk menggunakan akun miliknya sendiri.

Penggunaan akun milik orang lain (akun joki) tidak diperbolehkan dan merupakan pelanggaran terhadap Tata Tertib Gojek sehingga akun tersebut akan dinonaktifkan.

Akan tetapi, Gojek juga memahami ada mitra-mitra yang aktif, memiliki kinerja yang baik dan menjadikan Gojek sebagai pekerjaan utama, namun sayangnya tidak menggunakan akun miliknya sendiri.

“Oleh karena itu, Gojek meluncurkan Program Evaluasi Akun Joki di mana semua Mitra yang menggunakan akun joki akan diberikan satu kali kesempatan untuk dievaluasi akunnya. Apabila mitra lolos evaluasi, mitra akan diberikan akun milik nya sendiri dan akun joki tersebut akan dinonaktifkan,” papar dia.

Terkait Tarif dan Sharing Profit 20%

Perihal tarif per kilometer dan tarif minimum, Gojek selalu patuh terhadap peraturan yang berlaku.

Penentuan potongan biaya layanan Gojek sebesar 20% ini sudah menjadi keputusan perusahaan Gojek, dan hal ini telah disampaikan oleh Gojek sejak awal proses bergabungnya mitra driver.

Aji menjelaskan Gojek sudah melakukan diskusi dan mediasi bersama pihak perwakilan mitra batam pada tanggal 6 Juli 2020 dan Kamis 9 Juli 2020. “Kami harap diskusi dua arah seperti ini bisa terus dilakukan tanpa harus melakukan demonstrasi, karena pada intinya kami selalu terbuka terhadap masukan dan aspirasi mitra kami,” ujar dia. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com