SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mobil Water Cannon Suplai Air di Tanjunguncang

  • Reporter:
  • Kamis, 28 Maret 2019 | 14:42
  • Dibaca : 155 kali
Mobil Water Cannon Suplai Air di Tanjunguncang
Anggota Satuan Shabara Polresta Barelang Bripka Andi menyalurkan air kepada warga Perumahan Sumberindo RT07/RW12 Tanjunguncang dari mobil water cannon Polresta Barelang, Rabu (27/3). f hendra zaimi

BATUAJI – Krisis air bersih yang berkepanjangan di rumah susun sewa (rusunawa) Pemko Batam I, Tanjunguncang menjadi sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya jajaran Polresta Barelang, yang mengirim dua kendaraan jenis water cannon dengan muatan 13 ribu liter untuk membantu mensuplai air ke warga, Rabu (27/3).

Datangnya bantuan ini disambut oleh ratusan warga dengan suka cita. Bahkan kegembiraan terlihat dari ucapan terima kasih dilontarkan berkali-kali kepada jajaran Polresta Barelang dan berharap agar ke depannya tetap rutin membantu mereka. “Sering-sering ya pak. Sudah susah betul kami di sini. Bertahun-tahun kami sengsara dengan keterbatasan air ini,” ujar Erna, penghuni blok D rusunawa.

Pantauan KORAN SINDO BATAM, dua mobil water cannon mensuplai air ke bak penampungan di blok B dan D dengan kapasitas masing-masing 6.500 liter. Sebelum disuplai, dua bak dengan kapasitas di atas 10 ribu liter itu kosong sama sekali. Menurut warga sudah tiga bulan terakhir ini air sama sekali tak ngalir. Suplai air dari pihak ATB dua tangki per hari hanya fokus di bak penampungan induk di blok A dan C.

Meskipun suplai air dari polisi tak sampai memenuhi bak di blok B dan D, warga setempat tetap merasa lega sebab setidaknya suplai air yang diberikan bisa membantu mereka seharian ke depan.

“Bantuan ini sangat berarti. Kami juga tidak terlalu jauh angkat air dari blok A atau C. Karena bak kami di blok B dan D sudah terisi juga. Selama ini kosong sama sekali, makanya ambil ke bawa blok A atau.C,” kata Nindi, warga blok D.

Ketua RT 03/ RW 22 rusunawa kelurahan Tanjunguncang Sugianto mengatakan, krisis air bersih yang paling parah dirasakan sejak tiga bulan belakangan. Hal ini karena suplai air dari ATB benar-benar putus total.

“Sebelumnya memang sudah tersendat tapi masih bisalah karena malam masih mau keluar (ngalir). Tapi sejak tiga bulan ini sama sekali tak ngalir. Kalaupun ngalir paling sejam dua jam itupun mau subuh baru ngalir,” ujarnya.

Persoalan ini sudah disampikan ke pihak ATB dan pengelola rusun, dalam hal ini Pemko Batam, hanya saja belum ada solusi yang pasti. Pihak ATB kepada masyarakat rusun memberikan alasan yang berbeda. Selain karena masalah sumber baku air yang menipis di tengah pesatnya pembangunan di Kota Batam, kehadiran industri pengolahan plastik di sekitar Tanjunguncang juga berdampak bagi suplai air ke masyarakat.

“Pabrik plastik katanya paling banyak menyedot air makanya jadi terkendala kami,” kata Sugianto.

Apapun alasan pihak ATB, warga rusunawa dan Tanjunguncang pada umumnya tetap berharap agar krisis air ini segera diatasi. Jika tidak maka rusunawa tersebut bisa kosong nantinya karena penghuni pada kabur.

“Bukan tidak mungkin akan seperti itu. Sekarang saja sudah banyak yang cabut (pindah). Siapa yang betah kalau situasinya seperti ini terus. Air tak dapat tapi tiap bulan kami dibebani dengan biaya meteran air (di masing-masing hunian) Rp40 ribu,” kata Sugianto.

Pihak pengelola rusunawa juga menuturkan hal yang sama. Imbas dari krisisi air yang berkepenjangan ini banyak penghuni rusun yang kecewa. Sebagian dari mereka sudah keluar mencari tempat tinggal yang baru. “Banyak yang keluar karena masalah air ini. Sebulan bisa 13 hunian yang kosong ditinggal penghuni,” kata M Syafril, pengelolah rusunawa.

Tak hanya di Rusunawa Tanjunguncang, suplai air menggunakan dua mobil water cannon ini juga diberikan Polresta Barelang kepada warga Perumahan Sumberindo RT07/RW12 Tanjunguncang. agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com