SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pasokan Listrik Saat Natal dan Tahun Baru Aman

  • Reporter:
  • Jumat, 6 Desember 2019 | 14:21
  • Dibaca : 94 kali
Pasokan Listrik Saat Natal dan Tahun Baru Aman
Vice President Public Relation Bright PLN Batam, Samsul Bahri

BATAMKOTA – PLN Batam memastikan kondisi kelistrikan Batam baik dan aman menghadapi Natal dan Tahun Baru 2020 mendatang, mengingat masih ada surplus daya sekitar 80 megawatt (MW). PLN Batam juga akan menerapkan periode siaga yang dimulai dari satu minggu sebelum Natal dan satu minggu setelah Tahun Baru.

“Alhamdulillah hingga saat ini dan nanti Natal serta Tahun Baru diprediksi daya mampu pembangkit kami cukup karena total DMP (daya mampu pembangkit) di Batam-Bintan saat ini mencapai 500 MW, dan beban puncak sekitar 445-448 MW dengan kondisi cuaca seperti sekarang,” kata Vice President Public Relation Bright PLN Batam, Samsul Bahri, kemarin.

Untuk Natal dan Tahun Baru,katanya, tren beban biasanya turun. PLN memprediksi tahun ini sekitar 410-420 MW sehingga masih ada reserve margin daya sebesar 80 MW sehingga cukup untuk hari-hari besar tersebut.

“Selama periode siaga juga PLN Batam tidak akan melakukan pemeliharaan mesin pembangkit, terkecuali ada gangguan yang sifatnya mendadak (insidentil),” ujarnya.

PLN Batam terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan kehandalan pasokan listrik tak hanya di Batam, namun juga di Pulau Bintan. PLN Batam mulai membangun membangun beberapa pembangkit baru untuk menambah cadangan daya kelistrikan di Batam. Tahun 2020 mendatang, PLN akan membangun pembangit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) di Baloi dengan kapasitas sekitar 35 MW.

Direktur Utama Bright PLN Batam Dadan Kurniadipura menjelaskan, saat ini PLN Batam sebenarnya sudah memiliki cadangan daya kelistrikan sekitar 100 MW untuk mensuplai Batam dan Bintan. Namun hal itu jika semua pembangkit dalam keadaan normal atau tidak sedang mengalami kerusakan seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.

“Sebenarnya kalau satu pembangkit yang jatuh, cadangan kami masih cukup. Tapi bulan beberapa bulan yang lalu pembangkit kami rusak secara bersamaan. Akibatnya cadangan kami pas-pasan. Itu kenapa beberapa bulan lalu sering terjadi pemadaman,” ujarnya saat menerima kunjungan tim media nasional dari Jakarta, Rabu (23/10) lalu.

Untuk menambah cadangan daya, PLN Batam sudah membuat sejumlah perencanaan untuk membangun pembangkit baru. Salah satunya PLTMG di Baloi yang rencananya akan dimulai pada tahun 2020 mendatang. Ia berharap pembangkit ini bisa menambah cadangan daya kelistrikan di Batam.

Terlebih lagi konsumsi kelistrikan Batam di tahun 2019 sampai September mengalami pertumbuhan hingga 14,5 persen (yoy) lebih tinggi jika dibandingkan nasional. Menurut dia, juga meningkat signifikan jika dibandingkan tahun 2018 yang tumbuh sebesar 5 persen dan bahkan tahun 2017 sempat minus 2 persen.

“Kalau kami lihat memang industri sudah mulai tumbuh. Hal ini yang mendasari konsumsi listrik meningkat,” katanya.

Kemudian untuk tahun 2024 PLN Batam sudah membuat perencanaan dengan membangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau bahan bakar batu bara dengan kapasitas masing-masing 65 MW atau 100 MW. Meskipun belum pasti kapasitas yang akan dibangun, tapi pihaknya serius ingin membangun PLTU tersebut. iwan sahputra

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com