SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pegawai Bandel di Pemko Batam Cuma Ditegur

  • Reporter:
  • Selasa, 4 April 2017 | 12:10
  • Dibaca : 776 kali
Pegawai Bandel di Pemko Batam Cuma Ditegur
Wali Kota Muhammad Rudi saat mengumpulkan pegawai bolos Apel bulanan belum lama ini.

BATAM KOTA – Pemko Batam dua bulan terakhir gencar mengecek kedisiplinan pegawai, baik PNS maupun honorer. Para pegawai ini kerap melakukan pelanggaran, mulai dari tak ikut apel, sering terlambat dan tak masuk kerja hingga melakukan pelanggaran hukum.

Terakhir, sebanyak 700 PNS dan juga honorer tak hadir dalam apel bulanan di Dataran Engku Putri, Senin (3/4). Wali Kota Batam Muhammad Rudi sempat berang saat mengetahui banyak pegawai yang tak ikut apel setelah mengecek absen dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam.

Setelah didata, para PNS dan honorer yang tak ikut apel itu dikumpulkan Rudi. Meski demikian tak ada sanksi yang diberikan untuk efek jera kepada pelayan masyarakat tersebut, sebab Wali Kota hanya sekadar peringatan. Hal ini sering dilakukan sebelumnya, padahal selama ini Rudi mengaku akan memberikan sanksi tegas kepada mereka. Namun ancaman itu sekadar isapan jempol belaka. “Kalau honorer bisa saya pecat langsung. Tak peduli siapa yang bawa,” ujarnya usai mengumpulkan pegawai tak patuh aturan itu.

Hal yang sama juga sempat dilontarkan pada apel bulanan sebelumnya. Ancaman itu hanya sekadar peringatan semata tanpa diberikan bukti agar pegawai di Pemko tak lagi mengulangi kesalahan yang sama. “Kalau PNS kita lihat karena ada aturan Aparatur Sipil Negara (ASN), 46 hari tak masuk baru dipecat,” katanya.

Meski begitu, Wali Kota akan mengenang siapa saja yang melanggar, bahkan dia mengancam akan sulit memberikan jabatan kepada mereka yang tak disipilin. “Karir jadi ancaman, ini prilaku buruk yang saya kenang,” kata Rudi.

Dia berharap, seluruh PNS berubah, hal ini selaras dengan upaya Pemko Batam untuk memberikan pelayan prima kepada masyarakat. Menurut Wali Kota, bila sumber daya manusia (SDM) belum profesional, bagaimana Pemko bisa memberikan pelayanan prima.

Rudi mengaku, saat ini banyak laporan ke dirinya terkait pegawain tak disiplin ini. Bahkan, kata dia, orang-orang yang tak patuh aturan ini sudah dia kantongi. “Yang melanggar itu-itu saja. Tunggu saja akumulasi ketidak hadirannya. Selama ini sudah saya toleransi,” katanya.

Lurah Titip Absen
Sebelumnya, laporan tentang PNS di lingkungan Pemko Batam yang sering telat masuk kerja, bahkan bolos bekerja bukan sekadar isapan jempol belaka. Bahkan dari mereka tak sedikit PNS yang memiliki jabatan, mulai dari lurah hingga pejabat penting lainnya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad kerap menerima laporan PNS di lingkungan Pemko Batam tak disiplin. Membuktikan itu, Amsakar langsung mengecek absen kehadiran pegawai saat apel pagi di Dataran Engku Putri, Senin (6/3).

Sejumlah PNS kelabakan saat mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdindak) Batam itu ingin membuktikan laporan yang masuk ke dirinya terkait banyaknya PNS yang bolos saat jam kerja. Laporan itu ternyata bukan isapan jempol saja. Terbukti 108 pegawai telat masuk kerja. Parahnya, 10 PNS yang tidak datang kedapatan menitip absen ke rekan mereka. “Banyak laporan yang masuk ke saya,” kata Amsakar.

Prilaku PNS yang indisipliner ini sangat bertolak belakang dengan rencana Wali Kota Batam Muhammad Rudi guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Padahal Wali Kota sudah beberapa kali menekankan kepada seluruh PNS agar tak bermain-main dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat, terutama yang berhubungan dengan kepentingan umum seperti kesehatan dan pendidikan.

Di saat apel tersebut, Amsakar langsung mengintruksikan Asisten III bidang Administrasi Umum, Firmansyah dan BKD untuk mengecek absen. Pengecekan absen dilakukan di enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kecamatan Batam Kota, Kecamatan Sekupang dan Sekretariat Daerah (Setdako) Batam bagian Humas dan Protokol.

Dari enam OPD itu, didapat 108 pegawai telat masuk kerja. Untuk Bagian Humas dan Protokol dari total 32 pegawai, terdapat 15 PNS terlambat datang. Sementara Disnaker dari 54 total pegawai, enam orang terlambat datang dan lima yang tak hadir. Disdik dari total 132 pegawai ada 70 PNS datang terlambat.

Sedangkan Disduk dari total 86 pegawai, 17 PNS datang terlambat. Kemudian, Kecamatan Batam Kota dari total 101 pegawai ada 26 PNS terlambat masuk kerja. Namun yang paling menyita perhatian, dari Kecamatan Sekupang dari total 86 pegawai ada 14 PNS terlambat datang dan 14 PNS tak hadir. Setelah dicek absen yang ada, 10 orang yang mengisi tanda tangan ternyata pegawai yang bersangkutan tidak ada. “Ini terjadi berkali-kali,” kata Amsakar.

Kepala Bidang Pembinaan Penilaian Kinerja dan Penghargaan Aparatur, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKP SDM) Kota Batam, Sahaemi mengatakan, dari 108 pegawai telat masuk kerja, 10 PNS serta enam pegawai yang dititipi absen sudah diproses. “Mereka kami beri peringatan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi,” ujarnya.

Prilaku PNS serupa, sambungnya, terus terulang setiap bulan saat apel pagi yang digelar sebulan sekali itu. Untuk bulan ini, seharusnya 3.363 pegawai yang harus hadir. Jumlah itu di luar pegawai yang bertugas di pelayanan, piket, mengajar dan sebagainya. “Sanksi bagi mereka, sementara pembinaan, peringatan saja. Kalau diulangi tingkatkan lagi,” kata Sahaemi.

Untuk tindakan titip absen, yang didapat keseluruhan merupakan pegawai di lingkungan Kecamatan Sekupang. Untuk penitip dan yang dititipi absen, BKP SDM masih merahasiakan yang bersangkutan dengan alasan, Pemko sudah memberikan sanksi. “Satu di antara enam yang dititipi absen itu lurah. Tapi namanya jangan lah ya, karena mereka baru pertama melanggar,” katanya.

10 PNS Dipecat
Sekretaris Daerah (Sekda) Batam Jefridin berjanji akan terus mengawasi kinerja PNS di lingkungan Pemko Batam dan menindak tegas jika masih ada PNS nakal. “Kalau sudah pelanggaran berat bisa kami pecat,” ujarnya di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (21/3).

Saat ini, beberapa PNS sudah diproses pemecatan, bahkan lebih dari 10 orang PNS yang bakal dipecat karena melanggar aturan PNS. Mereka merupakan pengguna narkoba maupun PNS korupsi. “Sudah diproses, (jumlah dan siapa saja) saya belum tahu persis,” kata Jefridin.

Selain PNS pelanggar hukum, Jefridin mengaku akan menindak tegas seluruh PNS terutama yang tak disiplin. Senin pekan lalu, ratusan PNS sudah ditindak karena tak disiplin. “Selama ini kami hanya terima laporan, setelah dicek BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) ternyata masih ada,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com