SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pelabuhan Dakomas Pulau Pucung Terancam Roboh

Pelabuhan Dakomas Pulau Pucung Terancam Roboh
Salah seorang wisman saat berkunjung ke Pelabuhan Dakomas. Foto Muhammad Bunga Ashab.

GUNUNG KIJANG – Pelabuhan Dakomas Pulau Pucung, Desa Malang Rapat rusak parah, salah satunya pelantar pelabuhan. Nelayan Malang Rapat khawatir roboh karena tak kunjung diperbaiki. Bahkan, sebagian semen pelantar banyak runtuh sehingga harus diganti dengan kayu.

Pantauan di lapangan, pelantar pelabuhan miring dan berdirinya tidak kokoh lagi. Penyanggah pelantar harus diganti nelayan dengan kayu. Di pelabuhan hanya ada beberapa perahu dan pompong nelayan parkir. Sekira 10 meter dari pintu gerbang pelabuhan, bagian pelantar harus diganti dengan kayu karena dalam dua tahun terakhir runtuh. Tidak hanya itu, di ujung pelantar dermaga apung sekitar panjang 20 meter hampir runtuh.
Pelantar bergoyang-goyang seperti ombak ketika ada sepeda motor melintas.

“Pelantarnya sudah hancur, bahkan kita (nelayan) harus membuat penyangganya dengan kayu agar tetap kuat,” ujar Ujang, nelayan setempat, Kamis (16/3).

Menurut dia, kerusakan pelabuhan sudah dirasakan nelayan sejak dua tahun terakhir. Nelayan was-was saat beraktivitas bongkar muat hasil tangkapan di atas pelantar. Masyarakat sudah mengusulkan ke pemerintah agar segera diperbaiki.

“Takut-takut sekarang berada di atas pelantar. Kami minta segera diperbaikilah, boleh dikatakan pelabuhan ini paling padat aktivitas nelayan di Bintan,” katanya.

Sementara, Kepala Dishub Bintan Yandrinsyah melalui Tim Teknis Bidang Perhubungan Laut M Ali Imron membenarkan kondisi pelabuhan Dakomas rusak parah. Menurut dia, Dishub akan memperbaiki dan saat ini masuk tahap pelelangan perencanaan Desain Engineering Detail (DED). Pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp1,2 miliar untuk pembangunan fisik, anggaran pengawasan Rp60 juta, dan perencanaan DED Rp90 juta.

“Pelabuhan sudah rusak parah, sangat layak dibangun, dari segi kelayakan dan keselamatan pengguna dermaga Pelabuhan Dakomas. Tahun ini harus siap dan batasnya akhir tahun selesai,” ujar Ali.

Dia menjelaskan, desain pelabuhan dirancang menggunakan kontruksi tiang pancang besi dengan perkiraan ketahanan mencapai 30-50 tahun. Sebelumnya, pembangunan pelabuhan dari swadaya masyarakat setempat sehingga ketahanan kurang lama.

Ali mengatakan, keberadaan pelabuhan membuat aktivitas nelayan terus meningkat. Bahkan kemajuan perekonomian masyarakat sangat baik karena pelabuhan digunakan nelayan serta salah satu akses wisata ke pulau-pulau sekitar. Pembangunan pelabuhan akan berdampak besar kepada masyarakat Malang Rapat.

“Perekonomian akan meningkat. Hasil tangkapan nelayan dimuat dari sana. Pelabuhan ini juga akses masyarakat baik memancing dan wisata,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com