SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pelni Gandeng Polri Cegah Calo Tiket

  • Reporter:
  • Selasa, 17 Desember 2019 | 13:22
  • Dibaca : 118 kali
Pelni Gandeng Polri Cegah Calo Tiket
Ilustrasi DOK SINDO BATAM

BATUAMPAR – PT Pelni (Persero) menggandeng aparat kepolisian untuk mengantisipasi praktik calo, yang memanfaatkan kondisi banyaknya permintaan tiket mudik Natal dan Tahun Baru 2020.

“Kami menggandeng pihak kepolisian untuk membatasi gerak oknum calo yang memanfaatkan situasi peak season Natal dan Tahun Baru,” kata Corporate Secretary PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro melalui pesan aplikasi, Minggu (15/12).

Hal itu terkait dengan penangkapan calo tiket yang dilakukan oleh Polresta Barelang, Batam, Jumat (13/12).

Pelni mengapresiasi tindakan tegas pihak kepolisian terhadap para calo tiket kapal. Menurut dia, rute kapal Batam-Belawan merupakan rute laling padat penumpang di wilayah barat. “Batam menjadi salah satu wilayah terpadat penumpangnya selama Angkutan Nataru,” ujarnya.

Selain menggandeng kepolisian, PT Pelni juga mengingatkan calon penumpang untuk mendapatkan tiket kapal melalui saluran resmi. Pembelian tiket, kata dia, dapat dilakukan di website resmi www.pelni.co.id, aplikasi Pelni Mobileapps, Contact Center 162, loket dan agar perjalanan serta seluruh Alfamart dan Indomaret di Indonesia.

“Kami menghimbau kepada calon pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan sejak jauh hari dan menghindari dan melaporkan apabila ada calo yang menawarkan tiket kapal Pelni,” kata Yahya.

Sebelumnya, Polresta Barelang mengamankan dua calo tiket kapal Pelni, Kamis (12/12). Kedua pelaku MS dan RP berprofesi sebagai juru parkir dan porter di Pelabuhan Batuampar.

“Mereka ditangkap sekira pukul 12.00,” kata Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo saat ekspos di Mapolresta Barelang, Jumat (13/12).

Dari keduanya diamankan 5 tiket kapal Pelni rute Batam-Belawan. Pengakuan kedua pelaku, 2 tiket sudah terjual. “Awalnya 7 tiket Batam-Belawan mereka pegang, tapi saat diamankan hanya 5 karena 2 sudah terjual,” ujarnya.

Dari tiap tiket ini tersangka mendapatkan keuntungan sekitar Rp120 ribu, karena harga tiket hanya Rp230 dari Pelni dan dijual tersangka ke pembeli sebesar Rp350 ribu.

“Modusnya mereka membeli menggunakan KK (kartu keluarga) saudaranya dan menawarkan ke pelanggan dengan alasan tiket Batam-Belawan habis,” katanya.

Prasetyo menjelasakan, masalah ini sangat meresahkan masyarakat, apalagi saat momen seperti ini di mana para pemudik yang akan merayakan Natal di kampung halaman.

“Biasalah mereka ini ambil keuntungan saat musim mudik,” ujarnya.

Kedua tersangka ini diganjar dengan pasal 379 KUHP dengan ancaman hukuman 3 bulan penjara. “Ini tipiring saja, 3 bulan ancamannya,” kata Prasetyo. ant/dicky sigit rakasiwi

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com