SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemko Batam Optimistis Target PBB-P2 Tercapai

  • Reporter:
  • Selasa, 2 Mei 2017 | 11:26
  • Dibaca : 604 kali
Pemko Batam Optimistis Target PBB-P2 Tercapai
ilustrasi

BATAM KOTA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin mengatakan, target Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) sebesar Rp131,5 miliar akan tercapai. Namun pihaknya mengingatkan agar wajib pajak membayar sebelum jatuh tempo. “Batasnya 31 Agustus,” ujarnya, Senin (1/5).

Kebiasaan wajib pajak kerap membayar di akhir jatuh tempo sehingga saat ini yang sudah terkumpul belum terlalu signifikan. Dia berharap saat jatuh tempo semua wajib pajak sudah membayar di bank-bank yang sudah bekerja sama dengan pemerintah atau ke konter di Kantor Bersama Batam Centre. “Tapi kami yakin target akan tercapai,” ujarnya.

Pemko Batam sudah menyebar 298.000 Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) untuk PBB-P2. Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah mengatakan, seluruh SPPT sudah disebar melalui pihak kelurahan. “SPPT sudah di tangan wajib pajak, harapannya mereka bisa membayar kewajiban setiap tahun itu,” kata Azmansyah.

Dia berharap, masyarakat membayar PBB-P2 ini tak hanya di akhir saat jatuh tempo. Mulai saat ini masyarakat sudah bisa membayar pajak sesuai SPPT masing-masing langsung ke konter yang disiapkan DP2RD maupun bank yang sudah ditunjuk seperti Bank Riau Kepri, Bank BRI dan bank lainnya.

Azman menambahkan, menggandeng lurah dan juga camat akan lebih efektif untuk menjangkau secara keseluruhan masyarakat. Dengan bagitu, semua SPPT sampai dan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor PBB-P2 bisa tercapai.

Secara umum, kesadaran masyarakat untuk membayar PBB-P2 semakin meningkat. Dia mencontohkan di tahun lalu dari target Rp114 miliar, mampu terkumpul Rp121 miliar. Artinya pembayaran PBB ini meningkat seiring tumbuhnya sektor properti di Batam.

Tahun ini, BP2RD Kota Batam menargetkan PAD sektor PBB-P2 sebesar Rp 131,5 miliar. Jumlah itu meningkat dibanding 2016. Menurut Azmansyah target 2017 ini sudah mengacu pada rencana penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP). Penyesuaian NJOP sesuai kondisi harga pasaran. NJOP saat ini bahkan tak pernah berubah sejak diberlakukan 2013 lalu. Selain itu, peningkatan target PBB P2 ini juga sudah memperhitungkan penambahan wajib pajak. “Terus kami sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya membayar PBB-P2,” ujarnya.

Masyarakat diberi pemahaman bahwa pajak yang masyarakat bayar itu digunakan untuk biayai pembangunan. Tahun 2017 ini untuk infrastruktur sampai Rp1 triliun. Itu didapatkan dari pajak dan retribusi. Azmansyah mengatakan kontribusi PBB-P2 terhadap pendapatan asli daerah cukup signifikan. Yakni sekira 13 persen dari target Rp1,1 triliun. “Realisasinya kami tunggu sampai 31 Agustus nanti,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com