SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Perusahaan Pelayaran di Tanjunguban Ngadu ke DPRD

  • Reporter:
  • Kamis, 20 April 2017 | 10:16
  • Dibaca : 773 kali
Perusahaan Pelayaran di Tanjunguban Ngadu ke DPRD
ilustrasi

BINTAN UTARA – Forum Komunikasi Perusahaan Pelayaran Tanjunguban mengadu ke Komisi DPRD Bintan, Rabu (19/4). Pasalnya, perusahaan pelayaran di Bintan Timur banyak yang terancam tutup akibat putusnya kontrak kerja jasa usaha keagenan melayani Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT Pertamina Tanjunguban.

Pemutusan kontrak kerja jasa keagenan pelayaran oleh TBBM PT Pertamina berdasarkan surat edaran Direktur Pemasaran PT Pertamina Nomor E-126/F00000/2016/SO tanggal 3 Agustus 2016, tentang penunjukan jasa keagenan untuk kapal yang melakukan aktivitas di terminal khusus dan TUKS PT Pertamina Persero, hanya kepada Ship Agency-Marine Service dan PT Pertamina Trans Kontinental.

“Surat edaran ini memutus usaha kami. Karena perusahaan kami yang sudah berjalan puluhan tahun, bukanlah dibawah Ship Agency-Marine Service dan PT Pertamina Trans Kontinental,” ujar Perwakilan Forum Komunikasi Pelayaran Tanjunguban Suparji kepada delapan anggota Komisi I DPRD Bintan di Kijang, Bintan Timur,.

Menurut dia, penunjukan keagenan hanya terbatas pada PT Pertamina (Persero) cq Fungsi Ship Agency-Marine Service dan PT Pertamina Trans Continental, akan menutup kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat Tanjunguban, khususnya pelaku usaha bidang jasa keagenan kapal.

Implementasi dari kebijakan tersebut dikhawatirkan mematikan usaha jasa keagenan di Tanjunguban dan menimbulkan dampak sosial seperti meningkatnya jumlah penganggaran dan masalah sosial lainnya.

Perusahaan agen pelayaran yang tergabung di forum tersebut, kata dia, selama ini terbukti mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan menyerap tenaga kerja lokal mencapai 100 orang.

“Karenanya kami mohon dibantu agar kami tetap mendapatkan pekerjaan dan kontrak kerja dengan PT Pertamina TBBM Tanjunguban,” pinta Suparji kepada Komisi I.

Ketua Komisi I DPRD Bintan Yatir mengatakan, pihaknya akan melakukan mediasi forum tersebut dengan TBBM dan Gas PT Pertamina Tanjunguban.

“Kita meminta TBBM dan Gas PT Pertamina Tanjunguban untuk mengedepankan kearifan lokal, dan tetap memberikan pekerjaan/kontrak kerja kepada perusahaan pelayaran yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perusahaan Pelayaran Tanjunguban,” kata Yatir.

Pihaknya juga akan memanggil manajemen TBBM dan Gas PT Pertamina Tanjunguban, untuk mendapatkan jawaban atas permintaan forum tersebut. “Kita akan memanggil manajemen mereka (TBBM dan Gas PT Pertamina Tanjunguban,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com