SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

RS Khusus di Galang Beroperasi Senin Pekan Depan

  • Reporter:
  • Rabu, 25 Maret 2020 | 20:12
  • Dibaca : 107 kali
RS Khusus di Galang Beroperasi Senin Pekan Depan
Foto aerial progres pembangunan rumah sakit khusus Corona (COVID-19) di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (25/3/2020). Progres pembangunan rumah sakit Khusus Corona (COVID-19) secara keseluruhan telah mencapai 78 persen dan ditargetkan selesai dan siap untuk digunakan akhir bulan Maret 2020. ANTARA FOTO/Bobby/Mnk/aww.

BATAM – Bekas Kamp Vietnam di Pulau Galang, Kota Batam, telah berubah menjadi fasilitas kesehatan penanganan penyakit penular dan Covid-19. Pemerintah segera mengoperasikan rumah sakit khusus ini mulai Senin (30/3) pekan depan.

Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai meninjau lokasi observasi dan isolasi Pulau Galang, kemarin, menyatakan kesiapan fasilitas itu mencapai 78 persen. “Sebenarnya dalam 3 hari ke depan sudah siap,” ujar dia saat konferensi pers di sela-sela kunjungan, kemarin.

Hanya saja, dia melanjutkan, pemerintah masih perlu untuk melatih tenaga medis agar bisa mengoperasikan, hingga efektif Senin bisa dioperasionalkan. Hadi mengatakan, pihaknya masih perlu melatih tenaga medis untuk mengoperasikan semuanya agar pada Senin tempat itu sudah bisa efektif dioperasionalkan.

Pembangunan akan terus dilaksanakan hingga target yang diinginkan tercapai. Sebagai tahap I, di sana disiapkan 340 unit tempat tidur untuk observasi dam 20 unit ruang isolasi ICU.

“Ruang isolasi beda karena isolasi yang dibangun isolasi yang ICU sehingga dilengkapi tekanan negatif untuk ruangannya, AC standar HEPA, oksigen ada di dalam dan kamar mandi ada di dalam,” kata dia.

Rencananya seluruh peralatan akan tiba di Batam pada Kamis (26/3). Perlengkapan itu akan diterbangkan dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules.

Begitu tiba di Batam, akan langsung dipasang dan digelar. “Hingga harapan kita 340 ruang observasi siap digunakan dan 20 ruangan isolasi semua siap, termasuk sarana pendukungnya. Mari kita sama-sama berdoa mudah-mudahan bisa operasional dengan baik seperti harapan kita semua,” kata dia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljoni mengerahkan 1.600 tenaga kerja untuk mempercepat pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina COVID-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau yang diharapkan rampung pada 28 Maret 2020.

“Optimistis selesai pada 28 Maret 2020. Material konstruksi saat ini sudah di lokasi semua. Saat ini tenaga kerja di lapangan berjumlah 1.600 orang,” kata Menteri Basuki.

Menteri PUPR tersebut meminta agar kontraktor memenuhi target waktu yang direncanakan, yakni 28 Maret 2020. Namun dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan kerja terkait wabah COVID-19, terutama dalam menjaga kebersihan dan jarak aman dalam berkomununikasi.

“Tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga fasilitas pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, tempat cuci pakaian, dan lain-lain,” ujarnya.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yaitu di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar.

Rencana kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk Fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi terhadap Penyakit yang disebabkan Virus Corona/COVID-19. Pada Tahap I dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur dan Tahap II sebanyak 640 tempat tidur.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, cuci pakaian, gudang dan power house.

Untuk progres konstruksi mess perawat saat ini sudah sekitar 80%, mess petugas 80 persen, dan mess dokter 80 persen. Selanjutnya untuk gedung sterilisasi saat ini progres konstruksinya sudah 97 persen, gedung farmasi 97 persen, gedung gizi 97 persen, gedung cuci pakaian 97 persen, gudang 97 persen, dan power house 97 persen.

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas. Material modul panel yang telah dikirim dari Jakarta saat ini sudah selesai dipasang sebanyak 4 modul untuk ruang observasi berkapasitas 5 tempat tidur.

 

Staf ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR, Achmad Gani Ghazaly menyatakan semua pembangunan sudah siap.

“Sekarang masih bersih-bersih, tapi sudah bisa beroperasi pada Senin,” kata dia.

Petugas hanya tinggal melakukan pemolesan, seperti membetulkan stop kontak yang goyang dan sebagainya.

Air untuk dialirkan ke fasilitas juga sudah siap, sebanyak 5 liter perdetik, yang diambil dari Waduk Rempang dan ditampung ke embung baru yang berada di sekitar Kamp Vietnam.

Rencananya, pekerjaan tahap 2 akan langsung dikerjakan, dengan teknik yang sama, menggunakan modular, hingga cepat selesai.

 

Kunjungan kerja Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis di Pulau Galang Kota Batam didampingi oleh Menteri PUPR M Basuki Hadi Muljono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Arios Tiopan Aritonang, Asops Irjen Pol Harry Rudlf Nahak, Dirjen Cipta Karya Gani Ghazaly, Karo Kompu Endra Saleh, Dirops PT. Wika Karya Agung Bidi Waskito, Direktur Bisnis PT Wika Karya Fery Hendriyanto.

Kegiatan kunjungan kerja Kapolri dan Panglima TNI bertempat di Galang Kota Batam dihadiri oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budi Revianto, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadilah, Danrem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Leman, Dandim Kota Batam Letkol Inf Rahmad Daud Harahap, Danlanud Hang Nadim Letkol Urip Widodo dan Pejabat Utama Polda Kepri.

Saat berada di Eks Camp Vietnam Kecamatan Galang, Kota Batam Panglima TNI dan Kapolri melakukan pengecekan terhadap sudah seberapa jauh proses pembangunan RS Khusus Penyakit Menular tersebut.

Adapun gedung yang dilakukan pengecekan oleh Panglima TNI dan Kapolri adalah Gedung Farmasi, Gedung Sterilisasi, Gedung Laundry, Gedung Gizi, Power House, Gedung perkantoran, Gedung Gudang, Gedung Mess Dokter, Gedung Asrama Perawat A, Gedung Asrama Perawat B, Gedung Asrama Perawat C dan Gedung Asrama Petugas.

dicky sigit rakasiwi/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com