SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rudi Lihat Keseriusan Pelindo II

  • Reporter:
  • Jumat, 24 Januari 2020 | 11:38
  • Dibaca : 157 kali
Rudi Lihat Keseriusan Pelindo II
Pekerja bongkat muat di Pelabuhan Batuampar beberapa waktu lalu./dok sindo batam

BATUAMPAR – Kepala BP Batam Muhammad Rudi menunggu janji Pelindo II dalam melakukan revitalisasi Pelabuhan Batuampar. Perusahaan pelat merah itu diberi waktu enam bulan membuat perubahan aktivitas bongkar muat di pelabuhan terbesar di Batam tersebut.

Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menandatangani perjanjian awal berupa Head of Agreement (HoA) dengan Pelindo II untuk memulai revitalisasi Pelabuhan Batuampar, Selasa (7/1) lalu. Kapasitas pelabuhan Batuampar saat ini sekitar 350 ribu Twenty Foot Equivalent Units (TEUs) dan ditargekan setelah revitalisasi nantinya minimal kapasitasnya bisa mencapai 1 juta TEUs.

Dalam perjanjian disebutkan bahwa minimal dalam waktu enam bulan setelah bulan Maret, harus sudah ada perubahan yang lebih baik pada pelabuhan bongkar muat tersebut.

“Jadi kami lihat komitmen dan keseriusan Pelindo II dulu, kemarin katanya dalam enam bulan sudah ada perubahan. Kalau tidak sesuai target ya kami batalkan, karena kan belum MoU juga,” ujarnya di gedung Marketing BP Batam, Kamis (23/1).

Setelah itu, nantinya akan dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan mengatur lebih lanjut bentuk kerjasama dalam mengelola Pelabuhan Batuampar.

Menurut dia, dalam revitalisasi Pelabuhan Batuampar minimal bisa meningkatkan kapasitasnya tiga kali lipat dari kapasitas yang ada saat ini. “Pelindo II sendiri sudah melakukan konsorsium dengan Pelindo I dan Persero Batam. Mudah-mudahan bisa terealisasi sesuai dengan yang dijanjikan, jadi kita tunggu saja,” katanya.

Rudi menjelaskan, peningkatan kapasitas pelabuhan menjadi prioritas utama pihaknya, hal ini sebagaimana arahan dari Presiden dan Kementerian Koordinator Perekonomian. Selain itu tentunya untuk bisa menekan biaya (cost) pengiriman barang dari Batam ke Singapura dan sebaliknya yang selama ini menjadi keluhan pelaku usaha di Batam.

Dalam waktu dekat beberapa hal yang akan dilakukan revitalisasi di antaranya adalah peningkatan alat-alat bongkar muat atau crane yang lebih modern, sehingga bisa mempercepat proses bongkar muat peti kemas. Kemudian selain itu juga pembongkaran gudang Persero Batam yang ada di pelabuhan.

“Kenapa harus di bongkar, supaya nantinya tempat peti kemas bisa lebih luas. Dengan demikian diharapkan juga bisa menambah PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) BP Batam,” kata Rudi.

Untuk mendukung pengembangan pelabuhan Batuampar dan mempercepat arus lalu lintas barang, BP Batam tahun ini juga akan melakukan pelebaran di beberapa ruas jalan utama. Dari yang saat ini dua lajur masing-masing nantinya akan dibuat menjadi empat lajur kiri dan empat lajur kanan.

Di antaranya adalah jalan dari pelabuhan Batuampar menuju simpang tiga Indomobil hingga simpang Kabil. Kemudian Pemko Batam juga akan melakukan pelebaran dari Simpang Kabil menuju Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning. Dengan demikian diharapkan proses lalu lintas barang dari Pelabuhan Batuampar ke kawasan industri bisa semakin lancar.

“Kemarin saya sudah rapat dan memutuskan untuk membantu dan menyongsong pelabuhan, jalan keluar dari Pelabuhan Batuampar hingga Mukakuning harus kita buka, jalan utama akan kita lebarkan,” jelasnya.

Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan, ruang lingkup perjanjian awal penyiapan kerja sama pengoperasian dan pengembangan Pelabuhan Batuampar beserta area pendukungnya di Batam akan dilaksanakan dalam tiga tahap pengembangan.

Rencana kerja sama ini akan dilaksanakan kedua pihak melalui penyiapan kerja sama pengoperasian dan pengembangan Pelabuhan Batuampar. Beserta area pendukungnya berupa penyediaan atau perbaikan infrastruktur, peralatan, transformasi layanan operasional dan business process, sistem teknologi informasi dan komunikasi.

Kemudian penyediaan SDM dan program pelatihan sesuai kebutuhan (transfer know how), pelaksanaan pemasaran bersama, baik skala nasional maupun internasional. Serta pelayanan kapal, terminal handling serta fasilitas pendukung lainnya dalam pengelolaan dan pengembangan Pelabuhan Batuampar.

“Pelindo II menargetkan waktu enam bulan untuk persiapan tahap pertama. Dimulai dari Maret 2020 untuk operasional tahap pertama, sebelum memasuki tahap kedua yakni reklamasi pengembangan dermaga utara, dan terakhir tahap ketiga yakni pengembangan dermaga selatan,” katanya.

Menurut dia, Pelabuhan Batuampar memiliki lokasi sangat strategis. PT Pelindo II sebagai pengelola pelabuhan berstatus BUMN yang berpengalaman, menilai penandatanganan kerja sama ini sebagai suatu sinergitas yang baik yang nantinya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Batam.

Elvyn juga mengatakan, fokus Pelabuhan Batuampar nantinya adalah memberikan akses terhadap distribusi barang dan aktivitas logistik. Ia berharap pengembangan Pelabuhan Batuampar berjalan lancar dan mendapat dukungan dari semua pihak.

“PT Pelindo II diberikan kepercayaan pengembangan Pelabuhan Batuampar. Tentu diharapkan kerja sama ini akan timbul sinergi positif dan nilai tambah, baik bagi PT Pelindo II, BP Batam, dan masyarakat Batam sendiri,” harap Elvyn. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com