SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rumah dan Ruang Kerja Pejabat BP2RD Tanjungpinang Digeledah

  • Reporter:
  • Rabu, 29 Januari 2020 | 10:32
  • Dibaca : 56 kali
Rumah dan Ruang Kerja Pejabat BP2RD Tanjungpinang Digeledah
Kajari Tanjungpinang Ahelya Abustam didampingi Kasipidsus Kejari Tanjungpinang Aditya Rakatama dan Kasi Intel Kajari Rizky Rahmatullah memberi keterangan, beberapa waktu lalu. /RINTO SITUMORANG

PINANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menggeledah ruangan kerja terduga kasus korupsi penggelapan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Tanjungpinang, Selasa (28/1).

Penggeledahan juga dilakukan di kediaman pribadi terduga yang beralamat di Perumahan Cluster Gesya, Kilometer 8, Tanjungpinang. “Penggeledahan dilakukan oleh tim penyididk kejaksaan sekitar mulai pukul 10.00 hingga pukul 13.00,” kata Kepala Kejari Tanjungpinang, Ahelya Abustam.

Dia mengatakan, proses penggeledahan turut disaksikan oleh terduga namun kejaksaan enggan mengungkap identitas terduga dimaksud. Dari hasil penggeledahan itu, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti dokumen dan laptop.

Ahelya tidak menyampaikan secara lebih rinci perihal keterkaitan barang yang disita dengan dugaan korupsi tersebut. “Nanti kita cek dulu, kalau berkaitan akan disita buat barang bukti. Jika tidak, kita kembalikan lagi kepada yang bersangkutan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga enggan mengungkapkan ketika disinggung apakah terduga akan ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi BPHTB tersebut. Sebab, menurutnya, saat ini proses penyidikan masih berlangsung, di mana belasan saksi terkait kasus ini tengah diperiksa penyidik.

“Secepatnya akan kita umumkan tersangka dalam dugaan korupsi tersebut,” tegasnya.

Kajari menambahkan dugaan korupsi BPHTB di BP2RD ini terjadi pada periode 2018-2019. Sementara ini kerugian negara yang ditaksir sekitar Rp1 miliar lebih. “Itu berdasarkan penghitungan sementara, soalnya kami masih menunggu hasil audit BPK,” tuturnya.

Ahelya sebelumnya memastikan bakal ada tersangka kasus yang sudah mencuat sejak tahun lalu ini. Hingga November 2019, setidaknya sudah 11 orang yang diperiksa terkait kasus ini, yakni Kepala Inspektorat Pemko Tanjungpinang Tengku Dahlan, Kepala BPPRD Kota Tanjungpinang Riany, Kasi Hubungan Hukum Pertanahan Kantor BPN Tanjungpinang, beberapa orang Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Tanjungpinang, Kabid Penetapan Pajak BPPRD Kota Tanjungpinang Tina Darma Surya.

Ditambah, dua oknum PNS di lingkungan Pemko Tanjungpinang yakni Yudi dan Dodi, serta beberapa wajib pajak BPHTB Kota Tanjungpinang.

Meski begitu, pihaknya masih belum mengungkapkan secara terang-terangan siapa yang akan menjadi tersangka dan total kerugian negara. Jika sesuai berita sebelumnya, dalam kasus dugaan penggelapan pajak BPHTB di BP2RD Tanjungpinang

ant/rinto situmorang

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com