SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rusunawa Tanjunguncang Masih Krisis Air

  • Reporter:
  • Sabtu, 11 Mei 2019 | 15:47
  • Dibaca : 134 kali
Rusunawa Tanjunguncang Masih Krisis Air
Penghuni Rusunawa Pemko Batam menampung air untuk keperluan sehari-hari, Jumat (10/5). Rusunawa mengalami krisis air karena hanya mendapatkan pasokan dua truk tangki air per hari. f ahmad nusur

BATUAJI – Krisis air bersih di Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) Pemko Batam terus dikeluhkan warga. Hingga kemarin warga masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Penghuni Rusunawa Pemko Batam di Blok C, Erni mengatakan, pihak ATB saat ini mengirimkan air bersih dua mobil tangki dengan kapasitas 10.000 liter air per harinya. Dengan kondisi yang hanya dua tangki itu, sama sekali tidak mencukupi kebutuhan pokok terhadap air bersih. “Ini tidak mencukupi kebutuhan air kami di sini. Untuk sekian banyak orang dengan air dua tangki mana cukup,” ujarnya, Jumat (10/5).

Dengan kondisi seperti itu, dirinya mengaku, setiap hari harus mengantre dari pukul 30.00 untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan keluarganya. “Kalau tidak mengantre begitu, kami tidak dapat air. Soalnya jam segitu sudah ramai warga yang datang untuk mengambil air,” katanya

Senada disampaikan oleh Lili, penghuni rusun blok C. Warga yang bertempat di lantai dua dan tiga terpaksa harus memikul air dari tangki air yang berada dibawa. “Kasihan bagi yang tinggal di lantai atas. Suami datang kerja bukannya istirahat, ini malah harus mikul air lagi,” ujar Lili.

Ia menambahkan, untuk kebutuhan pagi dan siangnya warga harus membeli air isi ulang di pengisian terdekat. Selain itu, sebagian warga yang kurang mampu mengambil air dari ruli di sebelah rusun. “Air kadang datang pukul 6.00 pas orang mau buka puasa. Pukul 09.00 air sudah habis. Jadi kami beli air isi ulang dan sebagian warga mengambil dari ruli untuk kebutuhan pagi dan siang hari,” ujarnya.

Seperti diketahui, pasokan air bersih dari Adhya Tirta Batam (ATB) di daerah Tanjunguncang dikeluhkan warga karena sering tak mengalir. Selain itu, pihak ATB tidak pernah memberikan solusi bagi warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air.

Daerah yang sering air bersih tak mengalir adalah Perumahan Sumberindo, Tanjunguncang. Perumahan Taman Cipta Indah 2 Tanjunguncang juga mengalami nasib yang sama. Bahkan untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa harus begadang, sebab air baru mengalir malam hari pukul 12.00. Dua jam kemudian, air kembali mati.

Salah seorang warga Perumahan Sumberindo, Tanjunguncang, Risma mengatakan, warga sudah sering menyampaikan keluhan kepada pihak ATB, tapi tidak ada solusi dari ATB dan seperti lepas tangan atas permasalahan yang dialami warga. “Sudah sering kami ke Kantor ATB, tapi kami hanya dijanjikan sehari lagi ada tim teknis yang akan memperbaiki selang ATB. Sampai sekarang tidak ada tindakan,” ujarnya, Kamis (11/4).

Lanjut Risma, pihak ATB beralasan daerah Perumahan Sumberindo terlalu tinggi, sehingga aliran air tidak kuat untuk naik ke pemukiman warga yang ada.
“Kalau tidak kuat, kenapa perumahan ini dipasang ATB,” katanya.

Seharusnya ATB lebih mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, dan tidak hanya mengambil keuntungan saat pihak perumahan ingin membangun rumah. “Sehari itu bisa mati tiga sampai empat kali, malahan seharian air mati,” ungkap Risma. cr1

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com