SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sabu Rp8 Miliar di Penanak Nasi

  • Reporter:
  • Jumat, 19 Juli 2019 | 14:19
  • Dibaca : 188 kali
Sabu Rp8 Miliar di Penanak Nasi
Agus Santoso, kurir 8 kilogram sabu diamankan Bea Cukai Batam di Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (16/7). f dok bea cukai batam

NONGSA – Petugas Bea Cukai Batam kembali menggagalkan penyelundupan narkoba di Bandara Internasional Hang Nadim. Kali ini, Bea Cukai menangkap Agus Santoso (34), warga Lumajang, Jawa Timur yang kedapatan membawa 5.455 gram sabu, Selasa (16/7) sekira pukul 13.20. Barang haram ini rencananya akan diselundupkan ke Surabaya.

Kepala Bimbingan Kepatuhan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan, pelaku merupakan TKI ilegal dari Malaysia. “Pelaku juga pemakai barang haram ini. Hal ini berdasarkan hasil tes urine yang kami lakukan,” ujarnya, Kamis (18/7).

Pengungkapan kasus penyelundupan sabu di Bandara Hang Nadim Batam ini berawal dari kecurigaan petugas melihat barang bawaan pelaku melalui mesin pemindai (x-ray), dan petugas BC Batam lalu mengamankan pelaku untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dalam rice cooker yang merupakan barang bawaan pelaku, kami temukan lima bungkus plastik bening methamphetamine atau sabu,” katanya.

Pelaku kemudian dibawa ke Kantor Bea Cukai Batam, Batuampar untuk dilakukan pemeriksaan mendalam, dan untuk penggalian informasi melalui metode wawancara.

dari hasil pengujian awal lima bungkus plastik dengan berat brutto 5.455 gram, diidentifikasikan barang tersebut merupakan methamphetamine atau sabu.

“Dari hasil pengakuan pelaku, ia baru pertama kali membawa barang haram ini. Namun kami melimpahkan kasus ini ke pihak kepolisian,” katanya.

Dalam aksinya, pelaku diming-imingi upah besar dari pengiriman barang dari Batam ke Surabaya sebesar Rp20 juta. “Biasanya satu kilo itu upahnya Rp20 juta, dan jika barang sudah sampai akan ada bonus lainnya,” kata Sumarna.

Menurut dia, petugas BC Batam yang bertugas di Bandara Hang Nadim Batam akan terus memperketat dan menambah wawasan petugas, baik itu untuk narkoba maupun barang berbahaya lainnya. “Petugas kami sudah diberikan ilmu dan feeling yang kuat untuk mengungkap kasus seperti ini,” ungkapnya. romi kurniawan/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com