SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sat Nusapersada Dapat Proyek Baru dari Lenovo, Produksi 100 Ribu Smartphone

  • Reporter:
  • Senin, 19 Agustus 2019 | 10:07
  • Dibaca : 261 kali
Sat Nusapersada Dapat Proyek Baru dari Lenovo, Produksi 100 Ribu Smartphone
IST

LUBUKBAJA – Perusahaan high technology di Batam, PT Sat Nusapersada kembali mendapat proyek baru. Kali perusahaan di kawasan Pelita ini bekerja sama dengan Lenovo untuk merakit tablet brand dari perusahaan asal China tersebut.

CEO PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan mengatakan, kerja sama ini merupakan yang pertama kalinya dijalin bersama Lenovo. Ke depan diharapkan kerja sama bisa terus terjalin dengan baik, sehingga bisa memproduksi lebih banyak lagi.

“Agustus ini akan dimulai kerjasamanya. Dengan Lenovo untuk merakit tablet ini kami yang pertama,” ujarnya Abidin, Minggu (18/8).

Tablet-tablet tersebut selanjutnya akan diekspor ke Amerika Serikat (AS). Rencananya untuk tahap awal, pihaknya akan memproduksi paling sedikit sekitar 100 ribu unit setiap bulannya. Hal ini tak hanya menguntungkan perusahaanya, tapi juga Batam.

Dengan adanya orderan itu, perusahaan juga bakal merekrut pekerja baru. Abidin memperkirakan, perekrutan tenaga kerja akan dibuka September. Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah karyawan yang akan direkrut.

“Sementara kami butuh ratusan saja. Tapi ke depan juga memungkinkan akan ada penambahan,” katanya.

Pihaknya memperkirakan tahun 2020 mendatang, jumlah tenaga kerja yang akan direkrut lebih banyak. Abidin juga meminta doa dari masyarakat Batam, agar iklim investasi di Batam semakin membaik. Dengan begitu, PT Sat Nusapersada dan perusahaan lainnya bisa berkontribusi dengan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

“Doakan saja supaya kami bisa menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat Batam,” kata Abidin.

PT Sat Nusapersada yang merupakan perusahaan manufaktur smartphone terbesar di Indonesia, telah memproduksi berbagai merek smartphone ternama di dunia seperti Asus, Xiaomi, Huawei, Honor dan Nokia yang dipasarkan di Indonesia. Sebagian dari smartphone yang diproduksi oleh perseroan juga diekspor ke India, Jerman dan Perancis.

Sebelumnya, PT Sat Nusapersada Tbk juga mendapatkan proyek baru dari perusahaan raksasa Pegatron. Bahkan pada Februari lalu juga telah melakukan ekspor perdana produk smarthome Router ke Amerika Serikat. Pengiriman produk pesanan perusahaan asal Taiwan, Pegatron Corporation tersebut diperkirakan sekitar USD3,7 juta dan diprediksi akan terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan perusahaan tersebut di Batam.

Abidin mengatakan, seperti yang pernah disampaikan melalui keterbukaan informasi melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) awal bulan Desember 2018 yang Ialu, bahwa Pegatron akan melakukan kerja sama untuk merakit berbagai produk elektronik yang akan diekspor ke Amerika Serikat.

“Saat ini ada sekitar tujuh ribu tenaga kerja di Sat Nusapersada dan kami menambah dua ribu tenaga kerja baru untuk mengerjakan proyek smarthome tersebut,” kata Abidin.

Ia juga menyampaikan masukan kepada pemerintah agar dapat menerapkan kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tidak hanya pada produk smartphone, namun juga dapat diterapkan pada produk-produk seperti laptop, televisi, kulkas, AC dan produk elektronik lainnya. Hal tersebut tentu akan dapat menghidupkan produsen dalam negeri, mengurangi angka impor, menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan negara.

“Sat Nusapersada sanggup melakukan TKDN sebesar 40 persen, karena itu kami harapkan pemerintah bisa meningkatkan TKDN yang saat ini 34 persen,” jelasnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com