SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Satpol PP Data Pemilik Kios di Simpang Hutatap yang Terkena Proyek Saluran Drainase

  • Reporter:
  • Selasa, 25 Juni 2019 | 16:22
  • Dibaca : 120 kali
Satpol PP Data Pemilik Kios di Simpang Hutatap yang Terkena Proyek Saluran Drainase
Petugas Satpol PP Kota Batam melakukan pendataan di tempat pencucian mobil yang terkena proyek pembangunan drainase di Simpang Hutatap, Kelurahan Seilangkai, Sagulung, kemarin. f ahmad nusur

SAGULUNG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam melakukan pendataan kios sepanjang jalan di Simpang Hutatap, Kelurahan Seilangkai, Sagulung yang terkena dampak proyek pembangunan drainase, Senin (24/6).

Saluran drainase akan dibangun dari pingir jalan R Suprapto sampai dengan Perumnas Sagulung, yang tembusannya nanti air akan tersalur ke saluran drainase induk Seilangkai.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan kios-kios di lokasi yang akan dilakukan pengerjaan pembuatan drainase.
“Kami melakukan pendataan terlebih dulu, berapa jumlah dan siapa pemilik kios yang ada di sana,” ujarnya.

Menurut dia, sepanjang Simpang Hutatap akan dibuatkan saluran drainase karena di daerah tersebut sebelumnya belum ada saluran drainase. “Yang akan dikerjakan nantinya di sebelah kanan jalan. Sepanjang jalan tersebut akan dibuat saluran drainase,” kata Reza.

Salah seorang pengelola kios di Simpang Hutatap, Lindon Siregar mengatakan, pihaknya tidak permasalahkan masalah penertiban teraebut. Menurutnya, apa yang akan dilakukan pemerintah itu kebaikan bersama. “Kita taat aturan kebijakan yang dilakukan pemerintah. Ini juga demi kepentingan bersama. Namun sebelum melakukan penggusuran, saya berharap kepada pemerintah agar mengakomodir para pemilik kios,” kata Lindon.

Ia menjelaskan, bahwa di sepanjang jalan tersebut terdapat kurang lebih 20 kios yang pihaknya kelola, serta pasar kaget yang dibangun untuk membantu masyarakat dalam menyambung hidup. “Semua kios yang ada diisi para pedagang. Mereka di sana tak lebih hanya cari makan,” ujarnya.

Lindon berharap kepada pemerintah agar mereka tetap diberikan kesempatan untuk berusaha, jika nantinya memang benar akan dilakukan penertiban. “Orang-orang di sini tidak ada yang kaya melakukan usaha seperti ini. Ini semata-mata hanya untuk menyambung hidup,” harap Lindon. ahmad nusur

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com