SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sekolah Unggulan Masih Jadi Buruan

  • Reporter:
  • Rabu, 29 Mei 2019 | 10:39
  • Dibaca : 157 kali
Sekolah Unggulan Masih Jadi Buruan
Ilustrasi Foto Arrazy Aditya

SEKUPANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam mulai menerapkan sistem zonasi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Meski sudah diterapkan, namun masyarakat masih tetap tertuju ke sekolah unggulan untuk mendaftarkan anaknya bersekolah.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Andi Agung mengatakan, tujuan Kementerian Pendidikan membuat sistem zonasi agar siswa yang bersekolah bisa dekat dengan rumahnya. Selain untuk keamanan, tentunya bisa mengemat pembiayaan.

“Merubah pola fikir masyarakat itu gak gampang, harus dilakukan pelan-pelan. Dengan adanya sistem zonasi artinya status sekolah unggulan itu hilang,” ujarnya, Selasa (28/5).

Andi mencontohkan, seperti halnya yang terjadi di SMP Negeri 3 Batam. Berdasarkan kuota yang disediakan, pendaftar di sekolah tersebut jumlahnya lebih dari 900 siswa. Padahal di lokasi zona yang sama, SMP Negeri 20 dan SMP Negeri 25 pendaftar masih belum begitu penuh.

“Jadi dari kedua sekolah tersebut, kami bisa memetakan untuk mendaftar di sana. Walau bagaiamanapun nanti sekolah tidak dibenarkan menambah Rencana Daya Tampung (RDT),” ujarnya.

Jika nantinya pihak sekolah ingin menambah RDT, terlebih dahulu harus melaporkan kepada Dinas Pendidikan. Kemudian nantinya Dinas Pendidikan akan meninjau kembali kondisi di sekolah tersebut.

“Yang dilakukan Disdik nanti adalah memetakan kembali dan memindahkan anak sesuai zonasi, kedua kemungkinan akan menambah ruang kelas baru,” kata Agung.

Semisal ada calon siswa yang tinggal di Tiban Koperasi, namun masih juga mendaftar di SMP Negeri 3. Padahal menurut pemetaan lokasinya sangat dekat dengan SMP Negeri 20, meskipun sesuai pemetaan kedua sekolah tersebut masih dalam satu zonasi “Nah, harusnya kan bisa mendaftar di SMP 20,” katanya.

Andi menjelaskan, nantinya Dinas Pendidikan akan kembali memetakan ulang seluruh siswa. Dari hasil pemetaan tersebut seluruh pendaftaran akan dirangking sesuai kedekatan jarak tempat tinggal. Disdik mengimbau jika memang tak masuk ke sekolah negeri, agar segera mendaftar ke sekolah swasta.

“Namun jika memang nantinya tak menemukan solusi, imbauan Disdik untuk mendaftar di sekolah swasta,” ujarnya.

PPDB tahun ini baru akan ditutup pada 31 Mei mendatang. Seluruh sekolah baik tingkat SD dan SMP tidak boleh menutup pendaftaran hingga batas akhir pendaftaran PPDB sesuai yang dijadwalkan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan sudah memberikan imbauan dan arahan kepada pihak sekolah terkait kebijakan tersebut. “Saya sudah meminta kepada sekolah tidak ada yang menutup pendaftaran sebelum tanggal yang sudah ditentukan,” ujarnya, Kamis (23/5).

Menurut dia, jika ada masyarakat yang mendaftar namun sekolahnya tutup, kemungkinan kondisi sekolah yang lagi sepi atau sedang beristirahat. “Kemungkinan sedang istirahat atau di luar jam kerja, kalau sudah istirahat yang dibuka lagi, gak ada sekolah yang tutup,” katanya.

Dengan waktu pendaftaran yang diberikan merupakan waktu yang sangat panjang, untuk itu kepada masyarakat untuk segera mendaftarkan anaknya sekolah sebelum tanggal 31 Mei.

“Baru kali ini kami buka pendaftaran selama 16 hari. Pada tahun-tahun sebelumnya hanya 5 hari, jadi manfaatkan waktu yang sudah diberikan,” kata Hendri.

Namun bila masih ada masyarakat yang masih terlambat mendaftarkan anaknya, tentunya jangan kembali menyalahkan pemerintah. Pihaknya tak memberi toleransi kepada mayarakat yang terlambat mendaftarkan anaknya.

“Kalau masih terlambat juga, ya mau gimana lagi. Tapi gak usah khawatir masih ada sekolah swasta yang siap menampung,” katanya. agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com