SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

SKD CPNS Batam, 51 Peserta Langsung Gugur

  • Reporter:
  • Selasa, 28 Januari 2020 | 11:31
  • Dibaca : 157 kali
SKD CPNS Batam, 51 Peserta Langsung Gugur
Ilustrasi. DOK SINDOBATAM

BATAMKOTA – Sebanyak 199 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kantor UPT BKN Batam Gedung Bersama Pemko Batam, Senin (27/1). 51 peserta langsung dinyatakan gugur karena tidak hadir.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tes SKD CPNS Pemko Batam menggunakan sistem computer assisted test (CAT).

“Ujian hari ini (kemarin) peserta yang hadir 199 orang dan 51 orang tidak hadir. Untuk hasil kami belum bisa rekap karena mengolah datanya manual,” kata Kepala UPT BKN Batam, Delpa Nopri Kasmi usai ujian sesi terakhir.

Ia mengatakan, untuk seleksi CPNS Pemko Batam berlangsung 27 Januari sampai 11 Februari. Jumlah peserta per hari sebanyak 250 orang, yang dibagi menjadi 5 sesi tes.

“Sesi pertama mulai pukul 08.00. Dan sesi terakhir mulai pukul 16.00. Berarti selesai sekitar 17.30. Setiap hari lima sesi kecuali hari Jumat,” katanya.

Teknisnya yaitu peserta datang paling lambat 1 jam sebelum ujian. Saringan pertama di lantai I Gedung Bersama Pemko. Di sini peserta dicek untuk memastikan memang orang bersangkutan. Pengecekan dengan pindai sidik jari untuk melihat kesesuaian data kependudukan.

“Di bawah juga untuk memastikan peserta yang naik hanya yang akan tes sesi terdekat. Supaya tidak menumpuk di atas. Jika sesuai, naik ke lantai V ini,” katanya.

Di lantai V, katanya, peserta diminta isi presensi atau daftar hadir serta registrasi nomor soal. Selanjutnya menunggu waktu tes sambil mendengarkan pengarahan. Saat mulai sesinya, baru peserta dibolehkan masuk ke ruangan.

Menurut Delpa, tes di UPT BKN Batam tak hanya untuk Pemko Batam. Tapi juga beberapa instansi vertikal seperti Kejaksaan Agung, Kementerian Agama, dan sebagainya.’

“Untuk pemerintah daerah kami hanya Pemko Batam. Pemerintah kabupaten/kota lain di Kepri sudah melaksanakan secara mandiri di tempat masing-masing,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin mengunjungi peserta ujian dan memberikan arahan sebelum dimulainya ujian. “Jangan lupa bismillah. Isi dengan tenang. Baca soal baik-baik. Jawab dengan baik,” pesan Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin kepada peserta saat meninjau pelaksanaan tes perdana.

Pada kesempatan tersebut, Jefridin juga mengingatkan kepada peserta seleksi CPNS agar tidak termakan iming-iming. Apabila ada oknum yang mengatakan dapat meluluskan dengan imbalan tertentu, dipastikan itu adalah bohong.

“Tes ini asli. Tidak ada intervensi siapapun. Kelulusan anda ditentukan hasil anda sendiri. Kalau ada pihak tertentu yang menjanjikan tentang kelulusan, itu cerita bohong. Yang menentukan adalah kalian sendiri,” tegasnya.

Pada seleksi CPNS kali ini terdapat lebih dari 3.000 pendaftar di Pemko Batam. Sementara formasi yang tersedia yakni 140 lowongan. Harapannya mudah-mudahan berjalan baik sesuai rencana.

“Semua formasi ada pelamarnya. Lengkap. Kita berharap yang lulus nanti tidak ada yang mengundurkan diri. Karena kita membutuhkan mereka. Terutama guru dan dokter. Semoga 140 kuota dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 150 peserta CPNS mengikuti simulasi Computer Assisted Test (CAT) di Gedung Bersama, Rabu (8/1). Kegiatan tersebut dibagi dalam tiga sesi. Untuk sesi pertama tidak ada satupun peserta yang lulus.

“Sebelumnya kami sudah menginformasikan rencana simulasi ini. Mulai dari laman resmi maupun sosial media BKN Batam,” kata Kepala UPT BKN Batam, Delpa Nopri Kasmi.

Ia mengatakan, simulasi CAT dilakukan atas permintaan calon peserta ujian yang sebelumnya tidak mendapatkan kesempatan mengikuti simulasi pada gelaran yang dilakukan sebelumnya.

“Pada prosesnya, ada 150 kuota yang dibuka dalam sehari pelaksanaan simulasi ini. Sesi pertama simulasi pada pukul 08.00, semua peserta tidak ada yang lulus. Sementara untuk sesi kedua dan ketiga, dilakukan pada pukul 13.00 dan 15.00,” katanya.

Meskipun di sesi pertama tidak ada yang lulus, namun itu diakui bukan tujuan simulasi. Namun, simulasi itu dinilai, penting diikuti pendaftar, terutama yang statusnya fresh graduate. “Sehingga ada pengalaman calon peserta ujian, sebelum mengikuti tes yang sesungguhnya,” katanya.

Delpa menjelaskan simulasi itu untuk mendorong kesiapan dan disiplin peserta. Simulasi awalnya hanya direncanakan satu sesi. Namun, karena masih ada yang belum mendapatkan jatah mengikuti simulasi. Hal ini disebabkan karena pada gelaran pertama, hanya sekitar 75 persen saja yang hadir.

“Harusnya mereka yang tidak ingin ikut simulasi tidak perlu mendaftar, tapi mereka ikut. Dari kuota 800, hanya datang 500 lebih. Padahal banyak yang mau ikut simulasi,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com