SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tender Bandara Hang Nadim Masuk Aanwijzing Tahap 2

  • Reporter:
  • Jumat, 17 Januari 2020 | 13:41
  • Dibaca : 128 kali
Tender Bandara Hang Nadim Masuk Aanwijzing Tahap 2
Antrean penumpang di konter check-in Bandara Hang Nadim, beberapa waktu lalu. Tender proyek pengembangan Bandara Hang Nadim terus masuk proses Aanwijzing Tahap 2. f dok sindo batam

NONGSA – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan proses tender Bandara Internasional Hang Nadim Batam terus berlangsung. Saat ini masih dalam tahap aanwijzing atau penyampian penjelasan mengenai addendum RFP (request for proposal) dan perjanjian proyek KPBU Bandara Hang Nadim.

Kegiatan dihadiri tujuh konsorsium yang terdiri dari Konsorsium PT Nusantara Infrastruktur Tbk – Zurich International Airport – PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk – Mitsui & Co, PT Angkasa Pura I (Persero), Vinci Airports, Konsorsium PT Angkasa Pura II (Persero) – PT Adhi Karya (Persero) Tbk – Egis Project S.A. – Engie South East Asia Pte Ltd (Konsorsium Batam), ADP International, Incheon International Airport Corporation, AviAlliance GmbH, Konsorsium GMR Infrastructure Limited – PT Waskita Karya (Persero) Tbk – PT Cardig Aero Services Tbk, dan Konsorsium Delta Bekal – Bina Puri.

Ketua Panitia Pengadaan Fesly Abadi Paranoan mengatakan, pada tahapan ini pihaknya menyampaikan perubahan-perubahan secara rinci pada RFP dan perjanjian, serta perubahan jadwal pada proses pengadaan Proyek KPBU Bandara Hang Nadim.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari proses tender pengelolaan Bandara Hang Nadim. Saat ini sudah sampai ke tahapan aanwijzing tahap dua,” kata Fesly, Kamis (16/1).

Menurut dia, sebelumnya sudah berlangsung aanwijzing tahap pertama dan, Question and Answer (QnA). Panitia Pengadaan mencoba mengakomodir masukan-masukan para peserta tender terhadap rancangan RFP dokumen dan dokumen rancangan perjanjian.

“Setelah memberikan masukan-masukannya, beberapa di antaranya setelah kami review itu bisa kami akomodir,” kata Fesly.

Fesly menjelaskan, dalam kegiatan ini panitia menjelaskan lagi dan pertegas lagi mana yang sudah diakomodir dan mana yang bisa disesuaikan, khususnya masalah jadwal. Terkait dengan konsorsium, panitia masih memberikan waktu kepada yang hadir untuk membentuk konsorsium-konsorsium lagi jika ada perubahan.

“Selanjutnya, kami masih memberikan kesempatan lagi kepada mereka jika setelah kegiatan ini masih ada yang ingin disampaikan dan diusulkan. Nantinya bisa kita pertimbangkan dan direview jika memungkinkan untuk diakomodir lagi di rancangan proposal dan rancangan kerja samanya. Berikutnya kami akan undang kembali untuk aanwijzing tahap berikutnya,” katanya.

Diperkirakan jadwal penetapan akan berlangsung pada bulan April dengan proses penandatanganan bulan Juni. Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan terkait addendum penjaminan pada RFP yang disampaikan oleh SVP Underwriting Penjaminan I, Susetyo Kuncahyono dan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengaku optimistis memenangkan lelang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Hang Nadim. “Kalau yang ini kami confident (percaya diri) karena punya strategi yang cukup bagus dan kami bawa Incheon karena reputasinya internasional,” ujarnya, kemarin.

Angkasa Pura I menggandeng operator bandara di Korea, yakni Incheon serta PT Wijaya Karya untuk menyulap bandara yang berada di posisi strategis antara Malaysia dan Singapura itu.

“Kalau bisa berjalan akan mengubah wajah bandara secara signifikan karena Incheon itu konsep yang sangat bagus, dia berpengalaman untuk mengembangkan bandara,” katanya.

Faik mengatakan salah satu terobosan yang dilakukan Angkasa Pura I adalah menjadikan Bandara Hang Nadim hub untuk mengembangkan destinasi penerbangan yang lebih luas.

“Yang jelas jadi hub, artinya kita akan menjadikan pusat ke pengembangan ke destinasi lebih luas. Ini dikumpulkan di Batam, ke berbagai wilayah di Indonesia untuk penerbangan penumpang dan kargo,” katanya.

Terkait angkutan kargo, ia menambahkan, masih mengembangkan potensi ke depannya dengan melakukan kajian.

“Nanti dilihat perlu ada studi lebih lanjut. Kita pelajari potensinya seperti apa, kita kembangkan dengan seberapa kapasitasnya itu setelah prosesnya selesai diteken kalau menang,” katanya.

Faik mengatakan persiapan matang ini merupakan pembelajaran dari kegagalan seleksi lelang untuk pengoperasian Bandara Labuan Bajo. Angkasa Pura I menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk mengikuti seleksi pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam melalui mekanisme KPBU.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian konsorsium yang dilakukan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Presiden & CEO IIAC Koo Bon Hwan, serta Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana.

Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sedangkan IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sementara Wijaya Karya selaku BUMN bidang konstruksi bertanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara. ahmad rohmadi/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com