SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

TPS Unik Tarik Warga Datang Mencoblos, Kenakan Seragam SD hingga Pakaian Adat

  • Reporter:
  • Kamis, 18 April 2019 | 12:45
  • Dibaca : 178 kali
TPS Unik Tarik Warga Datang Mencoblos, Kenakan Seragam SD hingga Pakaian Adat
Anggota KPPS 53 Perumahan Villa Sempurna, Kelurahan Seiharapan, Sekupang mengenakan seragam SD di Pemilu 2019, Rabu (17/4). Keunikan ini bertujuan menarik pemilih datang ke TPS untuk menekan angka golput. f agung dedi lazuardi

BERBAGAI macam cara dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemunggutan Suara (KPPS) untuk menarik warga datang mencoblos ke Tempat Pemilihan Suara (TPS). Salah satunya mengenakan seragam unik memancing antusias masyarakat, sehingga dapat menekan angka golput.

ROMI KURNIAWAN/TEGUH PRIHATNA/AGUNG DEDI LAZUARDI, Batam

Di TPS 80 Perumahan Oma Batam Centre, Kelurahan Baloi Permai, Batam Kota, petugas KPPS kompak mengenakan pakaian adat Melayu dan Minang. Tak hanya itu saja, dekorasi TPS juga identik dengan budaya kedua suku di Sumatera ini.

“Dekorasi dua adat ini bertujuan untuk menarik peminat pemilih datang ke TPS, dan memanfaatkan momen pemilu mengenalkan pakaian adat ke masyarakat,” kata Ketua KPPS 80 Kelurahan Baloi Permai, Fitra.

Ia menjelaskan, penampilan berbeda dari petugasnya bukan tanpa sebab, melainkan untuk membuat suasana lebih santai dan cair. Ia juga berharap kostum ini menambah partisipasi pemilih untuk datang dan tidak golput.

“Juga semata-mata untuk menambah suasana sedikit happy, fokus dan meningkatkan partisipasi supaya masyarakat mau datang ke TPS,” kata Fitra.

Camat Batam Kota Muhammad Fairus Batubara mengatakan, secara penyelenggaraan untuk proses pemilu, yang namanya untuk kearifan lokal boleh-boleh saja asalkan tidak menimbulkan tafsiran yang berbeda.

“Saya rasa oke-oke saja, asalkan membuat masyarakat datang ke TPS untuk mencoblos,” kata Fairus.

Di TPS 80, ada 216 pemilih tetap mencoblos pada pemilu tahun ini, dan untuk masyarakat yang tidak mendapat undangan bisa datang ke TPS pada pukul 12.00-13.00 WIB.

“Antusias masyarakat banyak sekarang, apalagi tahun ini pemilu serentak. Baik itu, DPRD kota dan provinsi, DPR RI, DPD, dan pemilihan presiden,” ujarnya.

Pemandangan di TPS 53 Perumahan Villa Sempurna, Kelurahan Seiharapan, Sekupang juga tak kalah unik. Petugas KPPS bertugas dengan mengenakan seragam SD.

Meskipun terlihat lucu lantaran yang mengenakan seragam SD adalah orang dewasa yang memiliki kumis dan brewok, namun cara tersebut cukup jitu untuk menarik perhatian warga agar datang ke TPS untuk mencoblos.

“Supaya mereka mau ke TPS, dan agar pemilih terlihat lebih semangat, ” kata Ketua RT setempat Ahmad Cahyadi.

Selain menarik perhatian pemilih, Ahmad juga mengatakan bahwa penggunaan seragam SD lengkap dengan atributnya berupa dasi dan topi merupakan bentuk dukungan warganya terhadap pemilu, yang dirasakan mulai dari usia SD hingga dewasa.

“Ini bentuk semangat kami untuk menyukseskan pemilu, dari kami kecil hingga sampai saat ini, ” ujarnya.

Ahmad bercerita, meskipun mengalami kendala lantaran terlambatnya logistik yang tiba di TPS-nya, namun proses pencoblosanpun berlangsung aman. Bahkan KPPS tidak menemukan kerusakan surat suara serta jumlah surat suara yang tiba jumlahnya mencukupi.

“Alhamdulillah partisipasi warga di pemilu tahun ini cukup tinggi, jumlah DPT kami ada 200 pemilih. Sedangkan logistik yang datang 204, kondisinya aman dan cukup,” katanya.

Sedangkan di TPS 21 Kaveling Sukadamai, Tanjungpiayu, petugas KPPS mengenakan seragam kuda lumping. Petugas juga tak sungkan menjemput warga yang datang ke TPS, mulai dari mengarahkan ke meja pendaftaran hingga tempat pencoblosan.

“Tujuannya untuk menarik minat warga datang mencoblos dan menekan angka golpot,” kata salah seorang petugas KPPS.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com