SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

TPU Seipanas Jadi Tempat Sampah

  • Reporter:
  • Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:37
  • Dibaca : 129 kali
TPU Seipanas Jadi Tempat Sampah
TPU Taman Langgeng Seipanas jadi tempat pembuangan sampah warga sekitar, Selasa (13/8). f istimewa

BATAMKOTA – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Langgeng, Seipanas dipenuhi sampah. Pemko Batam tidak dapat berbuat apa-apa atas sampah rumah tangga dari warga ruli Baloi Kolam yang berada di area pemakaman.

Sampah menumpuk sudah terlihat saat memasuki area pemakaman. Di pinggir jalan pemakaman terdapat bekas bakar daun dan kayu kering. Sedangkan di bagian kanan pemakaman bersebelahan langsung dengan rumah warga.

Petugas Keamanan TPU Taman Langgeng, Khaidir mengatakan, sudah sering mengingatkan warga agar tidak membuang sampah di sekitar pemakaman. Tetapi peringatan tersebut mendapatkan ancaman dan intimidasi dari warga setempat.

“Barusan saja saya membuat surat pernyataan damai dengan warga yang disaksikan dari Polsek Batam Kota dan yayasan,” kata Khaidir di TPU Taman Langgeng, Seipanas, Selasa (13/8).

Ia mengatakan, sudah sering mengajak warga untuk bergotong royong membersihkan area pemakaman. Namun, ajakan tersebut tidak mendapatkan respons yang positif.

“Mereka intimidasi saya karena saya publis persoalan ini ke publik. Karena mereka was-was bakalan digusur oleh pemerintah,” katanya.

Dulu, kata dia, area pemakaman untuk China dan Kristen dipenuhi sampah. Kini, kedua area tersebut sudah dibersihkan. Pihaknya juga sudah beberapa kali menyurati pihak kecamatan, tetapi tak pernah mendapatkan jawaban.

“Pernah juga saya minta uang dari warga untuk beli minyak tanah dan saya yang sapu semuanya. Tapi mereka tak pernah mau. Bahkan rumah mereka saja berdiri di samping kuburan,” katanya.

Camat Batam Kota Fairus Batubara yang dikonfirmasi mengatakan, telah menginstruksikan jajarannya bersama warga bergotong royong membersihkan sampah di area tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat berbuat banyak mengatasi masalah tersebut.

“Kalau mereka minta bak sampah, itu sama saja kami mengizinkan mereka tinggal di situ. Sementara mereka juga punya KTP dan KK,” kata Fairus.

Ia mengaku cuma bisa memberikan sebatas imbauan saja tanpa memberikan tindakan yang tegas. Padahal, Batam telah memiliki Perda Nomor 11 Tahun 2013 tentang Persampahan.

“Kalau imbauan selalu kami berikan kepada mereka. Kalau dibilang kami tidak tegas, tidak juga sih. Kami terus berikan imbauan,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie yang dihubungi tidak menjawab, begitu juga pesan singkat yang dikirim tak dibalas. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com