SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Was-was Saat Hujan Deras

  • Reporter:
  • Rabu, 29 Agustus 2018 | 11:13
  • Dibaca : 310 kali
Warga Was-was Saat Hujan Deras
Banjir merendam pemukiman warga di Tanjungsengkuang, Selasa (28/8). /ARRAZY ADITYA

BATUAMPAR – Hujan deras yang mengguyur sebagian Kota Batam membuat belasan rumah terendam banjir di RT02/RW12 Tanjungsengkuang, Batuampar, Selasa (28/8/2018) sekira pukul 10.00. Buruknya sistem drainase membuat kawasan ini menjadi langganan banjir saat hujan turun.

Banjir yang menggenangi pemukiman warga disebabkan air parit yang meluap. Banjir yang mencapai batas paha orang dewasa ini membuat warga kerepotan, karena banyak barang perabotan dan elektronik yang rusak akibat banjir.

Pantauan SINDO BATAM, warga tampak sibuk menguras air yang masuk ke dalam rumah. Barang-barang perabotan juga dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi agar tak terendam banjir.

Bahkan tak sedikit dari mereka yang panik dan takut banjir akan semakin tinggi karena derasnya hujan. Ketua RT 02/RW 12 Tanjungsengkuang, Rico mengatakan, banjir yang kerap terjadi akibat meluapnya air parit. Meski sudah sering dilaporkan permasalahan ini, namun tak kunjung ada respons dari pemerintah. “Pemukiman kami langganan banjir saat hujan deras. Sampai saat ini tidak ada perhatian dari Pemko Batam untuk mengatasi permasalahan banjir ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sudah banyak rumah dan perabotan milik warga yang mengalami kerusakan karena banjir. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah ini dengan memperbaiki drainase di pemukiman warga.

Salah seorang warga, Ida mengaku sudah sering menyampaikan permasalahan ini, namun seolah-olah tak ada tanggapan dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan banjir ini. Ia berharap pemerintah membuka mata untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di kawasan RT02/RW12 Tanjungsengkuang. “Dari dulu hingga sekarang kami sangat was-was saat hujan deras. Pasti rumah kebanjiran dan perabot rumah rusak terendam banjir,” katanya.

Terlebih saat hujan deras di malam hari, alhasil warga tak bisa tidur karena takut banjir merendam pemukiman mereka. “Kami minta Pemko cepat turun tangan, karena kami berharap masalah banjir ini segera teratasi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kota Batam dinilai belum siap menghadapi potensi banjir di tengah hujan deras. Titik-titik langganan masih saja terjadi banjir ditambah munculnya titik baru, termasuk di Tiban Koperasi.

Seperti yang terjadi pada akhir pekan lalu. Hujan deras disertai angin sepanjang Jumat (24/8) pagi bukan saja merendam jalan-jalan raya. Banjir setinggi pinggang orang dewasa juga membuat warga kerepotan karena banjir masuk ke dalam rumah. Sudah begitu aktivitas belajar di sekolah juga terganggu.

Banjir melanda Perumahan Taman Raya Tahap 1 dan Tahap 2 di Kelurahan Belian, Batam Kota. Banjir bahkan melanda SMPN 28 yang berlokasi di Taman Raya Tahap 3. Pelajar sampai-sampai bisa berenang di tengah banjir di sekolahnya.

Di Perumahan Taman Raya, banjir menggenangi nyaris seluruh kompleks. Sembari basah-basahan, warga sibuk memindahkan perabotan di dalam rumah ke tempat yang kering karena air sudah masuk ke dalam. Sementara perabotan berat dibiarkan basah, seperti sofa tamu, meja dan lemari.

Banjir juga terjadi di Perumahan Simpang Raya meski tidak separah di Taman Raya. Genangan air memenuhi jalan di dalam kompleks, setinggi mata kaki. Usai Salat Jumat, banjir di Simpang Raya reda. Genangan juga muncul di sepanjang jalan raya di depan perumahan Marbella menuju Botania.

Sementara titik baru muncul di kawasan pemukiman Tiban Koperasi yang sepanjang tahun ini sudah tiga kali dilanda banjir. Padahal, sepanjang 30 tahun terakhir tidak pernah terjadi banjir.

Anggota DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho mengatakan, masih saja terjadinya banjir di beberapa titik karena pembangunan proyek pelebaran dan peningkatan jalan yang dilakukan Pemko Batam terkesan terburu-buru dan asal jadi dalam penyelesaiannya.

“Saya tidak bilang asal-asalan. Tapi kalau itu dilakukan terkesan terburu-buru atau hanya untuk mengejar target saja, hal serupa akan terjadi lagi. Ini tidak hanya jalan saja, tapi juga menyangkut kualitas proyek yang lain,” ujarnya.

Menurut dia, banyak drainase di sepanjang jalan terlihat tak berfungsi maksimal, meski jalan tersebut sudah mengalami peningkatan. Proyek pelebaran dan peningkatan jalan yang dilaksanakan Pemko Batam saat ini tidak melalui perencanaan yang matang atau detail engineering design (DED).

Dengan adanya pembangunan sarana jalan yang digembar-gemborkan dilakukan Pemko Batam, Udin menilai saluran air (drainase) yang ada tidak sepadan dengan pelebaran jalan.

Sehingga, dengan jumlah debit air yang tinggi meskipun guyuran hujan itu sebentar, akan terjadi ketidakmampuan drainase dalam menampung debit air tersebut. “Sehingga menyebabkan terjadinya banjir,” katanya. arrazy aditya

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com