SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

78 Perusahaan Tutup

  • Reporter:
  • Selasa, 5 Desember 2017 | 14:12
  • Dibaca : 427 kali
78 Perusahaan Tutup
Antrean pencaker. Foto Arrazy Aditya,.

BATAM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat peningkatan jumlah perusahaan yang tutup, dari 62 perusahaan pada 2016 menjadi 78 perusahaan sepanjang 2017. Perusahaan-perusahaan ini berhenti beroperasi karena konflik internal, merugi, atau tak ada lagi order.

Kepala Disnaker Batam, Rudy Sakyakirti mengungkapkan, melemahnya pertumbuhan ekonomi juga menjadi pemicu tutupnya perusahaan-perusahaan besar di Batam selama 2017. Imbasnya dialami para pemasok barang dan kebutuhan terkait yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut serta terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan. “Ini akan dijadikan evaluasi. Selain itu saya pun berharap kejadian serupa tak terulang di tahun yang akan datang,” ujarnya, Senin (4/12/2017).

Berdasarkan data Disnaker Batam, sejak 2014 hingga 2017 jumlah perusahaan yang tutup cenderung meningkat. Pada 2014 tercatat 37 perusahaan tutup dan 13.620 karyawan di PHK. Angka ini meningkat di tahun 2015 dengan 54 perusahaan yang tutup dan 7.188 karyawan di PHK. Kemudian pada 2016 ada 62 perusahaan tutup dan 378 karyawan di PHK. Sedangkan pada 2017 ada 78 perusahaan tutup dan 1.286 karyawan di PHK.

Puluhan perusahaan yang tutup pada 2017 itu berasal dari berbagai jenis usaha. Seperti subcon perkapalan, perdagangan, penyedia jasa tenaga kerja, restoran, kontraktor, dan lainnya. Alasan perusahaan tutup beragam, mulai dari persoalan keuangan, konflik internal, proyek sudah selesai, tak ada lagi order, hingga tidak mendapat izin melanjutkan usaha dari pemerintah. Menurut Rudy, tidak menutup kemungkinan jumlah perusahaan yang tutup bakal meningkat. Sebab naiknya upah minimum kota (UMK) Batam sebesar 8,71 persen berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri Nomor 1138.

“SK Gubernur Kepri yang telah disahkan 40 hari sebelum 2017 berakhir ini diperkirakan akan dikeluhkan sejumlah pengusaha, meski sampai sekarang belum ada perusahaan yang keberatan,” tuturnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com