SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ada Menu Pepes dan Tongseng, Semua Makanan Lulus Uji

  • Reporter:
  • Rabu, 12 Juli 2017 | 14:03
  • Dibaca : 299 kali
Ada Menu Pepes dan Tongseng, Semua Makanan Lulus Uji
Pelantikan petugas haji di PIH. Foto Agung Dedi Lazuardi.

Mengikuti Meal Test untuk Jemaah Haji Embarkasi Batam

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kepri menyajikan tiga menu makanan bagi 1.295 orang jemaah calon haji selama penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam menuju Arab Saudi. Menu-menu itu dites kemarin, di antaranya pepes ikan dan tongseng. Kudapan dan dodol, juga masuk dalam menu.

Tiga menu makanan tersaji di meja yang diletakkan di sebelah kanan Aula PIH Batam Centre, Selasa (11/7). Makanan tersebut tersusun rapi bersebelahan dengan aneka makanan dan minuman ringan bertuliskan dalam bahasa arab.

Di ujung kiri meja terdapat makanan pertama yang menyajikan dua lauk utama yaitu pepes ikan, daging tongseng, asinan jakarta, sayur, nasi putih, pisang, dan roti gulung. Di kotak menu kedua ada tahu dan tempe, fried chicken, daging malbi, sayuran, nasi putih, dan jeruk. Terakhir ada snack box yang berisikan chicken curry bun, chocolate almond muffin, dodol garut, dan permen.

Di samping tiga menu makanan itu, ada beberapa makanan dan minuman ringan yang disajikan selama penerbangan. Di antaranya, sirup buah, air mineral 800 mililiter, susu, dan lainnya yang dari Arab Saudi.

Perusahaan yang menyajikan makanan tersebut adalah PT Aerofood Indonesia. Perusahaan itu adalah anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia Group, yang mengkhususkan diri dalam menyediakan produk premium dan layanan, makanan dan minuman dengan kualitas tertinggi untuk penerbangan domestik dan internasional.

Vice President Marketing Aerofood ACS, Afdal Amir mengatakan pihaknya senantiasa mengedepankan layanan bagi kepuasan jemaah. Untuk itu, makanan yang disajikan dalam penerbangan juga harus memenuhi spesifikasi dan standar internasional serta lulus pengawasan.

Bagi para jemaah yang memerlukan makanan khusus karena alasan kesehatan, kata Afdal dapat melapor ke pihak embarkasi setidaknya tiga hari sebelum jadwal keberangkatan.

Dia mengatakan, jemaah akan mendapatkan dua kali makan berat dan sekali kudapan atau snack yang diperuntukkan bagi jemaah haji ketika berada di kabin pesawat.

“Jam pertama kita berikan menu pertama. Berselang empat jam kemudian kembali diberikan menu kedua dan sebelum landing akan diberikan makanan ringan,” katanya.

Dalam kesempatan itu perwakilan Saudi Airlines, Sumista Abdul Rozaq menjelaskan kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang didampingi Kepala Kanwil Kemenag Kepri Marwin Jamal perihal makanan apa saja yang akan disediakan kepada para jemaah haji.

Sumista juga mengaku kalau pihaknya terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji. Menurut Sumista, makanan akan mulai diberikan kepada jemaah 1 jam setelah pesawat tinggal landas (take off). Jemaah akan diberikan makanan hangat yang terdiri dari 2 pilihan, yakni nasi, sayur, dan daging atau nasi, sayur, dan ikan.

“Untuk tahun ini, pihak Saudi Airlines menambah berat nasi yang semula 120 gram menjadi 130 gram,” ujar Sumista.

Dia juga menjelaskan bahwa makanan yang diberikan mengandung 1.000 kalori untuk setiap satu kali penyajian. Makanan hangat berikutnya akan dibagikan kepada jemaah pada saat 2 jam sebelum pesawat mendarat di Saudi. Sedangkan kudapan (snack) diberikan dalam bentuk kemasan untuk dibawa jemaah sebagai bekal ketika mengurus proses imigrasi.

Persiapan Dipercepat
Sebelum melakukan meal test, Gubernur Kepri Nurdin Basirun melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam di Aula PIH Batam Centre, Selasa (11/7). Dia mengatakan setiap petugas yang mendapatkan amanah dalam melayani tamu Allah merupakan orang-orang pilihan.

PPIH Embarkasi/Debarkasi Batam menjadi daerah dengan pelayanan terbaik pada penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2016 lalu. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh petugas untuk meningkatkan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

“Sudah banyak pelajaran yang kita terima dan pengalaman dalam mengurusi para jemaah. Tentunya ini menjadi modal dalam mengemban tugas,” katanya.

Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag, Hasan Fauz mengatakan Kementerian Agama bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia terkait dengan penggunaan pesawat untuk jemaah haji Indonesia. Melalui kerja sama ini, jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci nantinya menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines.

Dia berharap kedua maskapai itu dapat mempersiapkan kebutuhan jemaah karena meningkatnya kuota berimplikasi pada pengorganisasian yang juga harus rapi dan menuntut persiapan haji lebih dini.
Sebab, katanya, pemerintah Indonesia pada tahun ini mempercepat satu bulan persiapan penyelenggaraan haji dibanding tahun lalu.

“Awal pemberangkatan dari Tanah Air pada 28 Juli 2017 dan pemberangkatan terakhir 26 Agustus 2017. Sementara pemulangan paling awal dari Arab Saudi mulai 6 September 2017 dan pemulangan terakhir pada 5 Oktober 2017,” jelasnya.

Maskapai Garuda Indonesia akan mengangkut 107.794 calon haji dari embarkasi Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. Sementara Saudi Arabian Airlines mengangkut 98.576 orang yang berasal dari Batam, Palembang, Jakarta, dan Surabaya.

Hasan menambahkan, kedua maskapai memperbolehkan tiap anggota jemaah membawa barang bawaan satu koper besar dengan berat maksimal 32 kilogram, satu tas yang boleh masuk kabin pesawat dengan maksimal berat tujuh kilogram, dan satu tas paspor berisi dokumen perjalanan.

Pemberangkatan dibagi menjadi dua gelombang di mana tahap pertama mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz Madinah dan pulang melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah. Sedangkan gelombang kedua mendarat di Bandara King Abdulaziz Jeddah dan pulang melalui Madinah.

“Masa operasional perjalanan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji masing-masing 30 hari dengan masa tinggal jemaah paling lama 41 hari,” katanya.

Dia juga mengatakan, akomodasi bagi jemaah di tanah suci sudah disiapkan 100 persen. Untuk di Madinah, kualitas hotel setara bintang 3. Jarak maksimal dari Masjid Nabawi sejauh 1.100 meter. Bagi jemaah di hotel yang jaraknya lebih dari 1 kilometer akan disiapkan transportasi.

Begitu juga di Mekah. Panitia sudah menyiapkan bus shalawat untuk antar jemput jemaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram. Jarak antara hotel yang disiapkan cukup jauh dari masjid. Karena hotel-hotel terdekat rata-rata hotel lama sehingga kurang representatif.

“Jarak terjauh 4.500 meter. Kami ambil jarak yang lebih, tapi menitikberatkan pada aksesibilitas hotel. 90 persen total jemaah akan dilayani bus shalawat yang 24 jam tidak berhenti,” ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Batam, Marwin Jamal mengatakan Kepri mendapatkan kuota haji sebanyak 1.295 orang yang terdiri dari Batam 666 orang, Tanjungpinang 206 orang, Karimun 193 orang, Natuna 72 orang, Lingga 39 orang, Bintan 71 orang, Anambas 39 orang dan petugas daerah sembilan orang.

Sedangkan tahun lalu, Kemenag Kepri mendapatkan kuota sebanyak 795 orang. Di antaranya, Batam 352 orang, Tanjungpinang 163 orang, Karimun 125 orang, Natuna 38 orang, Lingga 51 orang, Bintan 33 orang, dan Anambas 26 orang serta tujuh orang petugas daerah.

“Tahun ini Embarkasi Batam akan berangkatkan 27 Kloter (kelompok terbang). Ada penambahan tujuh kloter dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Dia menambahkan, seluruh penerbangan haji dari Bandara Internasional Hang Nadim akan dilayani pada malam hari sehingga tidak akan mengganggu jadwal penerbangan reguler pada siang hari.

“Kloter pertama 31 Juli nanti akan dilayani sekira pukul 01.00 dini hari. Semua akan diterbangkan menggunakan Maskapai Saudi Arabian Airlines,” kata Marwin.*

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com